"Benar, kemarau ini membuat Distan (Dinas Pertanian) semakin meningkatkan kewaspadaan. Khawatir terjadi kekeringan di tanaman yang sebagian baru ditanam," kata Kepala Dinas Pertanian Sumut, M.Roem.S di Medan, Selasa.
Hingga awal bulan ini, kata dia, memang belum ada laporan serius tentang kerusakan tanaman dampak kemarau.
Namun,katanya, dewasa ini tim sedang berkoordinasi dan mengumpulkan data dari daerah-daerah untuk bisa mencari solusi cepat kalau terjadi gangguan tanaman.
Kepala Sub Bagian Program Distan Sumut Lusyantini menyebutkan, sejak Januari hingga April 2014, produksi padi Sumut masih mengalami kenaikan 1,17 persen dibandingkan periode sama 2013 atau mencapai 1.520.959 ton.
Kenaikan itu menggembirakan karena target produksi padi Sumut juga tahun ini dinaikkan atau mencapai 4 jutaan ton.
"Mudah-mudahan kemarau ini tidak sampai mengganggu tanaman agar produksi bisa naik terus," katanya.
Ketua ahli Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut, Difi A Johansyah, mengakui, beberapa komoditas khususnya beras menjadi hal yang mendapat perhatian besar dalam pembahasan harga sembilan bahan pokok (sembako) menjelang Ramadhan.
"Harga beras seperti halnya gula, minyak goreng, cabai merah dan bawang merah menjadi fokus untuk dikendalikan Pemprov Sumut karena komoditas itu sering menjadi pemicu inflasi,"katanya.
Syukur, kata dia, laporan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut dan Bulog Sumut, stok beras dinyatakan cukup aman.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sumut, Roully Tambunan menyebutkan, stok beras posisi akhir Mei ada sejumlah 327.000 ton dari kebutuhan yang sebesar 141.204 ton per bulan.***2***
(T.E016/B/Suparmono/Suparmono)
Pewarta: Evalisa Siregar:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.