Dalam diskusi yang dilaksanakan salah satu stasiun radio di Medan, Senin, Gus Irawan Pasaribu mengatakan, kesiapan itu dibuktikan dengan menyiapkan sejak lama enam program transformasi bangsa.
Keenam program itu adalah meningkatkan pendapatan per kapita penduduk dari Rp35 juta menjadi Rp60 juta dengan pertumbuhan ekonomi mencapai tujuh persen per tahun menuju pertumbuhan di atas 10 persen.
Kemudian, peningkatan pemerataan dan kualitas pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari sekitar 75 mencapai 85, serta meningkatkan penerimaan negara dari pajak sekitar 12-16 persen dari produk domestik bruto.
Selanjutnya, mendorong peran swasta dalam perekonomian nasional untuk menciptakan lapangan pekerjaan, menjadikan BUMN yang memiliki nilai strategis bagi perekonomian bangsa, serta membangun industri pengolahan untuk menguasai nilai tambah bagi perekonomian nasional, serta membangun dan mengembangkan industri nasional.
Setelah mendapatkan masukan dari parpol peserta koalisi, Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Hatta Rajasa menambah dua lagi yang dikemas menjadi visi ekonomi kerakyatan.
"Ada masukan dari koalisi, tetapi sukurnya semua sepakat," katanya.
Menurut Gus Irawan, dalam menyusun visi dan program tersebut, Prabowo menyiapkan tim yang berisi tim pakar dari berbagai keahlian untuk menganalisis kondisi Indonesia terkini
"Dengan keberadaan tim pakar itu, Prabowo berupaya menyiapkan sejumlah solusi (bangsa). Jadi, beliau yang paling siap maju sebagai capres," katanya.
Bukti lain dari kesiapan Prabowo tersebut adalah menyiapkan anggaran Rp1 miliar per desa untuk memberdayakan perekonomian masyarakat di pedesaan.
Program tersebut disiapkan karena rakyat Indonesia banyak hidup di desa sehingga diperlukan upaya pemberdayaan masyarakat di "kantong-kantong kemiskinan" dengan mengoptimalisasi peran desa.
Program itu selaras dengan keberadaan RUU Desa yang sedang dibahas DPR. "Jadi, ketika Prabowo-Hatta memimpin, UU-nya sudah ada," ujar Gus Irawan.
Pilpres 2014 yang berlangsung pada 9 Juli diikuti dua pasangan capres-cawapres yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa (nomor urut 1) dan Joko Widodo-Jusuf Kalla (nomor urut 2)
(I023)
Pewarta: Irwan Arfa:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.