Medan, 29/5 (Antara) - Petani Sumatera Utara semakin tertarik menanam ubi kayu atau sudah mencapai 8.224 hektare pada triwulan I-2014 menyusul banyaknya permintaan dari pabrik pakan ternak dan industri tepung tapioka.

"Meski luas tanam di triwulan I tahun ini tren menurun dibanding periode sama tahun lalu yang sudah mencapai 11.352 hektare, tetapi luasan tanaman ubi kayu itu menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," kata Kepala Sub Bagian Program Dinas Pertanian (Distan) Sumut Lusyantini, di Medan, Kamis.

Penurunan areal tanaman ubi kayu triwulan I tahun ini sendiri akibat anomali cuaca dimana membuat pergeseran masa tanam dan panen.

Dengan luas tanam yang 8.224 hektare pada Januari-Maret, produksi ubi kayu Sumut sudah mencapai 227.436 ton.

"Memang produksinya juga lebih rendah dari hasil periode sama tahun lalu yang 362.836 ton, tetapi tetap saja realisasi produksi tahun ini dinilai cukup bagus," katanya.

Minat bertanam ubi yang semakin tinggi itu sendiri diperkirakan dampak meningkatnya permintaan dari perusahaan pakan ternak dan industri tepung.

"Minat petani yang semakin tinggi bertanam ubi kayu itu tentu saja menggembirakan sehingga Pemerintah Provinsi Sumut terus mendukung penuh pengembangan areal tanaman itu," katanya.

Produksi yang meningkat akan bisa menekan impor yang dilakukan pengusaha untuk memenuhi kebutuhan industrinya yang tren naik tajam.

Anggota DPD RI utusan Sumut, Parlindungan Purba menyebutkan, impor ubi kayu yang dewasa ini terjadi secara nasional harus ditangani secepatnya.

"Malu impor ubi kayu karena Indonesia dikenal sangat subur dan apalagi tanaman ubi itu masuk dalam golongan tanaman yang tidak terlalu memerlukan penanganan khusus yang menyulitkan petani bertanam komoditas itu," katanya.

Impor harus ditekan mengingat ubi itu juga bisa jadi bahan pengganti nasi.

"Pemerintah bisa bekerja sama dengan perusahaan perkebunan swasta/BUMN dan BUMD untuk mengembangkan luas areal tanaman ubi kayu itu,"katanya. (E016)

Pewarta: Evalisa Siregar
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026