Medan, 12/4 (Antara) - Bulog Sumatera Utara membeli lagi 30 ton beras petani untuk semakin memperkuat stok, yang berasal dari petani kawasan Deliserdang yang merupakan salah satu sentra produksi beras Sumatra Utara.
Pembelian yang akan segera dilakukan itu merupakan yang ke dua setelah transaksi pertama pada awal tahun sebanyak 15 ton, kata Humas Bulog Sumut, Rudi di Medan, Sabtu.
Pembelian beras petani itu sendiri bertujuan untuk memperkuat stok guna kebutuhan rutin di daerah itu di luar pasokan dari daerah lain.
Ia menjelaskan, kebutuhan beras Sumut per bulan hampir sebanyak 12.000 ton per bulan. Adapun target pembelian beras petani tahun ini sebesar 10.000 ton atau lebih rendah 5.000 ton dari rencana tahun lalu sebanyak 15.000 ton.
Target 10.000 itu dinilai lebih realistis dengan mengacu pada realisasi 2013 yang sangat kecil dari yang ditargetkan atau hanya 310 ton.
"Bulog diakui masih sering kesulitan membeli beras petani dampak harga jual di petani yang selalu jauh di atas harga pembelian pemerintah (HPP)," katanya.
Harga beras di petani sudah rata-rata di atas Rp7.000 per kg sedangkan HPP sebesar Rp6.600 per kg. Pemerintah biasanya baru memberikan insentif untuk menambah besaran HPP di saat musim paceklik di akhir tahun.
Adapun harga beras yang tren mahal di Sumut itu sendiri merupakan salah satu dampak tidak serentaknya panen petani di daerah tersebut dan terjadinya pengetatan produksi dampak anomali cuaca.
Meski pembelian beras petani tidak sesuai rencana , tetapi stok beras Bulog hingga pekan ini cukup aman yang berasal dari daerah lain seperti Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan DKI Jakarta.
Bulog sendiri juga sudah melakukan kerja sama bisnis padi/beras dengan Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi (Perpadi). Stok beras Bulog Sumut ada 53ribuan ton atau cukup untuk kebutuhan hampir lima bulan .
Pengamat ekonomi Sumut, Wahyo Ario Pratomo menyebutkan, penetapan HPP beras petani sesuai bahkan di atas harga pasar sudah mendesak dilakukan.
Bahkan sebaiknya HPP dihapuskan dan Bulog dileluasakan untuk membeli dengan harga pasar.
"Kalau HPP dinaikkan sesuai harga pasar apalagi dibebaskan, maka Bulog bisa membeli beras petani lebih banyak dan itu membuat stok akan lebih aman. Di sisi lain petani juga bergairah," katanya.***2*** (T.E016/C/S. Suryatie/S. Suryatie) 12-04-2014 18:25:03
Pewarta: Evalisa Siregar:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.