"Harga cabai di tingkat petani Karo hanya Rp18.000 per kg sehingga biasanya di pasar Medan harga menjadi sekitar Rp36.000 per kg," kata petani hortikultura di Karo, Joni Akim Purba di Medan, Jumat.
Ia menduga, lonjakan harga cabai merah di Medan dipicu stok yang menipis di tangan pedagang pada akhir tahun karena memang petani tidak melakukan panen mendekati Natal dan tahun baru.
Hal yang sama juga terjadi pada komoditas lain seperti tomat, kentang dan sayuran lainnya.
Harga kentang dan tomat misalnya di petani berkisar Rp3.500 - Rp4.000 per kg dan biasanya hingga di Medan harga naik 100 persen.
Ia mengakui terjadinya penurunan produksi hortikultura hingga 50 persen sebagai dampak erupsi Sinabung yang mulai September lalu dan masih terus berlangsung hingga saat ini.
"Produksi turun karena sebagain petani yang memiliki lahan di sekitar Gunung Sinabung tidak mengerjakan ladangya, Atau kalaupun ke ladang, pekerjaannya tidak maksimal,"katanya.
Akim menyebutkan, petani terpaksa juga ke ladang untuk membiayai keluarga .
Kepala Dinas Pertanian Karo, Agustoni Tarigan, sebelumnya menyebutkan, erupsi Sinabung menyebabkan sekitar 25.739 hektare lahan pertanian dan perkebunan di 11 kecamatan kabupaten itu rusak dan termasuk karena tidak dipelihara.
Total kerugian belum bisa terdata dengan pasti karena terkendala masih ada bencana dan petani sebagian besar tinggal di pengungsian.
Namun dia memperkirakan kerugian mencapai puluhan miliar Rupiah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kantor Wilayah IX Sumut dan Aceh, Hari Utomo menyebutkan, BI sudah menurunkan tim untuk melihat sejauh mana dampak kerusakan tanaman petani yang bisa membuat kredit macat di perbankan.
Tim diharapkan bisa memberikan masukan untuk bisa menjadi acuan pengambilan keputusan terkait soal kemungkinan besar terjadinya kredit macat oleh petani maupun pengusaha perkebunan di kabupaten itu.
Di Kabupaten Karo ada beberapa kantor cabang dan sembilan kantor cabang pembantu yakni BRI, BNI, Bank Permata, Bank Sumut, Bank Syariah Mandiri, Bank Danamon, BTPN, dan Bank Mega.***2***
(T.E016/B/A. Lazuardi/A. Lazuardi)
Pewarta: Evalisa Siregar:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.