Langkat, 22/12 (Antara) - Seluas 25 hektare tanaman padi di Kecamatan Pangkalan Susu dan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, terserang blas atau jamur kemerah-merahan dan bercak coklat.

"Ada 25 hektare tanaman padi yang diserang blas ini," kata Kordinator Pengamat Organisma Penganggu Hama Tanaman Dinas Pertanian Langkat Miswandi di Stabat, Minggu.

Disebutkannya, di Kecamatan Pangkalan Susu persisnya di Desa Pintu Air, terdapat sekitar 15 hektare lahan sawah petani terserang blas atau jamur yang umumnya merusak daun padi.

"Tanaman padi yang terserang balas berada di beberapa tempat, dan tidak satu hamparan," ujarnya.

Sementara lahan sawah yang terserang blas di Kecamatan Brandan Barat sudah mencapai seluas 10 hektare.

"Terhadap lahan padi petani yang terkena serangan Blas ini sudah dilakukan upaya penyelamatan dengan memberikan bantuan obat-obatan berupa fungisida "dances"," kata Miswandi.

Melalui upaya penanganan jamur blas secara intensif, ia berharap serangan jamur perusak daun padi itu tidak meluas ke sejumlah tanaman padi di sejumlah lahan sawah produktif lain di wilayah itu.

Sebelumnya hama blas juga pernah menyerang tanaman padi petani seluas 1,5 hektare di beberapa kecamatan lain di Langkat, di antaranya Kecamatan Selesai, Sei Bingei, Hinai dan Secanggang. (KR-IFZ)

Pewarta: Imam Fauzi
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026