Tarutung, 8/1 (Antara) - Pemkab Tapanuli Utara (Taput) menyelenggarakan perayaan natal "bona pasogit" (membangun kampung halaman) dengan berbagai kegiatan bernuansa budaya tradisional sebagai upaya melestarikan nilai-nilai kearifan lokal budaya daerah.
"Perayaan Natal "bona pasogit" mulai digelar 22 Desember 2013 hingga 4 Januari 2014, dan akan diramaikan berbagai atraksi tradisional," ujar Kabag Humas Pemkab Taput, Pahala Lumbantobing di Tarutung, Minggu.
Dikatakannya, peran serta umat Kristiani dalam percepatan pembangunan di Kabupaten Taput dapat dipacu melalui pelaksanaan natal bona pasogit, karena momentum hari besar keagamaan tersebut cukup strategis untuk menyampaikan berbagai pesan yang bermakna bagi kemajuan daerah.
Juru bicara Pemkab Taput itu menyebutkan, untuk meningkatkan kemaslahatan pola hidup masyarakat di Kabupaten yang terletak di bagian tengah propinsi Sumatera itu, perlu dilakukan pelestarian nilai-nilai budaya.
Perayaan natal, kata dia, bukan hanya sekedar ditujukan bagi etnis tertentu di daerah, melainkan juga menumbuhkembangkan rasa persatuan dan kesatuan di kalangan umat Kristiani dari seluruh aliran atau sekte yang ada.
Menurut Pahala, tradisi pulang kampung ke bona pasogit bertepatan dengan Natal dan Tahun Baru 2014 perlu digalakkan, sebab akan memberikan manfaat ekonomis secara umum dan manfaat kecintaan akan budaya lokal serta pengenalan lebih luas kuliner daerah.
Di samping itu, lanjutnya, acara tersebut turut memberi manfaat bagi pendidikan dan memotivasi generasi muda untuk lebih mencintai dan membangun tanah leluhurnya, yang berkaitan dengan agama, identitas, budaya, tradisi, adat serta hal lainnya.
"Budaya pulang kampung mengunjungi bona pasogit dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air yang berguna bagi pembentukan kepribadian dalam level apapun, baik lokal maupun nasional," ujarnya.
Dijelaskan Pahala, kegiatan yang diselenggarakan dalam natal bona pasogit itu,di antaranya, demo memasak "alame" (sejenis penganan dodol) yang digelar dalam wisata kuliner pameran natal serta atraksi permainan tradisonal lomba meriam bambu.
Selain itu, kata dia, akan digelar hiburan bernuansa religi pada setiap malam di sepanjang lokasi yang telah ditentukan sebagai ajakan serta penyampaian pesan percepatan pelaksanaan program Pemerintah daerah yang menjadi terobosan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.
Pahala menambahkan, natal bona pasogit, boleh diisi dengan perjalanan ziarah kerohanian mengunjungi obyek wisata Salib Kasih di Dolok Siatas Barita Kecamatan Siatas Barita, tempat Apostel I.L. Nommensen mengumandangkan ikrar penyebaran agama Kristen di Tanah Batak.
"Selain itu, mengunjungi obyek wisata martir kekristenan Leman-Munson di Lobu Pining Kecamatan Adiankoting serta beribadah di pusat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pearaja di Tarutung, ibu kota Kabupaten Taput," kata Pahala .(IN)
Pewarta: Imran Napitupulu:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.