Pantauan Antarasumut di Tanjung Balai, Selasa, di sejumlah titik badan jalan yang berlobang tersebut digenangi air dan mirip kubangan kerbau, sehingga menghambat aktivitas pengguna jalan raya.
Bahkan pada beberapa titik badan badan jalan terdapat lobang dengan ukuran diameter dua hingga empat 4 meter dengan kedalaman hingga mencapai 50 centi meter, sehingga rentan menimbulkan korban kecelakaan lalu lintas.
Ketua Komisi C DPRD Tanjung Balai, Maralelo Siregar, mendesak agar Pemprov Sumatera Utara (Sumut) segera memperbaiki jalan yang menjadi "urat nadi" perekonomian bagi masyarakat.
Perbaikan jalan provinsi tersebut, lanjutnya, perlu segera direalisasikan karena Tanjung Balai merupakan kota jasa dan transit perdagagan dari daerah hinterland, seperti Kabupaten Asahan, Simalungun dan Tanah Karo.
"Sebagai daerah transit perdagangan, Tanjung Balai tentunya harus didukung dengan sarana infrasuktur jalan yang berkualitas," ujarnya.
Apalagi, kata dia, ruas jalan provinsi di Tanjung Balai merupakan akses keluar masuk menuju Pelabuhan Teluk Nibung.
Ia menambahkan, kerusakan jalan di jalur arteri "kota kerang itu" bukan hanya berdampak buruk bagi aktivitas perekonomian, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan.
"Kami mendengar sudah banyak pengendara di jalan provinsi tersebut yang menjadi korban. Untuk mencegah bertambahnya korban Pemprov Sumut harus bertindak cepat memperbaiki jalan itu," ujarnya.
Dikatakan Maralelo, anggaran perawatan jalan tiap tahun dialokasikan dalam APBD Provinsi Sumut.
"Jadi, tidak ada alasan untuk tidak memperbaikinya," ucap dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Program Dinas PU Kota Tanjung Balai, M.Amin, membenarkan bahwa badan jalan arteri yang rusak sepanjang hampir dua kilo meter tersebut sepenuhnya menjadi tangung jawab Dinas Bina Marga Provinsi Sumut.
"Perbaikan jalan arteri diTanjung Balai sepenuhnya adalah tanggung jawab PU Bina Marga Provinsi Sumatera Utara," katanya. (Yan)
Pewarta: Yan Aswika:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.