Medan, 10/10 (Antara) - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I terus mengembangkan Belawan International Container Terminal (BICT) sehingga akan menjadi terminal kontainer terbesar di luar Pulau Jawa.

"Kami terus melakukan pengembangan secara berkelanjutan," kata Kepala Hubungan Masyarakat Pelindo I, M Eriansyah di Medan, Kamis. Ia menyebutkan setelah fokus pada peningkatan produktivitas dan investasi peralatan, saat ini pihaknya melakukan pengembangan kapasitas pelabuhan termasuk memperpanjang dermaga.

"Dalam waktu dekat, BICT akan menambah panjang dermaga menjadi 700 meter dari 500 meter untuk mendorong peningkatan handling peti kemas dari 1,2 juta teus menjadi 2,0 juta teus per tahun," ujarnya.

Eriansyah menyebutkan kualitas pelayanan di BICT dalam kecepatan dan ketepatan bongkar muat peti kemas untuk ekspor dan impor di terminal internasional mendapat apresiasi dari perusahaan pelayaran internasional.

Menurut dia, hal itu karena peningkatan kinerja pelayanan bongkar muat di BICT dengan rata-rata produktivitas 32 B/S/H (Box/Ship/Hour) dan waktu pelayanan kapal (TRT) kurang dari dua hari.

Dia mengatakan penambahan fasilitas dan peralatan serta peningkatan kinerja merupakan wujud komitmen Pelindo I dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan . Eriansyah menyebutka BICT akan terus menjadi bagian integral dalam mendukung pertumbuhan perdagangan di Indonesia bagian barat khususnya di Sumatera.

Terkait dengan jaminan ketepatan pelayanan, menurut dia, BICT telah membuat kontrak "service level agreement (SLA)" dengan delapan perusahaan untuk kepastian "fixed berthing windows".

Kontrak tersebut mengatur kepastian pelayanan (produktivitas, kepastian berthing), "reward and punishment" dan 'minimum troughput" yang harus dipenuhi.

Kedelapan perusahaan yang telah menandatangani kontrak SLA dengan BICT adalah Mediterranean Shipping Company (MSC), Maersk Line, Orient Overseas Container Line (OOCL), Hub Line, Samudra Indonesia, Bintika Bangunusa, Multi Mitra Baruna dan Caraka Tirta Perkasa.

Menurut Eriansyah, dalam waktu dekat, dua operator pelayaran besar atau "main line operator (MLO)" yang merupakn perusahaan internasional, yaitu Evergreen dan K-Line juga akan menanda tangani kesepakatan SLA.

"Ini membuktikan bahwa BICT semakin diakui oleh seluruh pengguna jasa nasional maupun internasional", kata Eriansyah.***3***

(T.M034/B/A. Salim/A. Salim) 11-10-2013 00:02:34

Pewarta: Munawar Mandailing
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026