Samosir (Antarasumut) - Samosir sebagai pemilik terluas permukaan air Danau Toba sejatinya memiliki potensi sektor perikanan yang sangat besar, tapi faktanya masih memasok ikan mas dari luar daerah yakni, Simalungun dan Pematangsiantar.

Tiap hari tiga unit kendaraan beroda enam menghiasi Pasar Pangururan, menurunkan ikan mas dari daerah tetangga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Samosir.

Nai Ira boru Sitanggang pedagang ikan segar di Onan Baru Pangururan, mengatakan setiap harinya order ikan mas dari Pematang Siantar dan Simalungun mencapai ratusan kilogram. Bahkan hari Rabu saat pekan di Pangururan jumlah order ikan mas lebih banyak dari hari lainnya.
Ini belum termasuk puluhan penampung ikan mas di berbagai kecamatan di Kabupaten Samosir. Hal ini menunjukkan bahwa daerah ini sudah menjadi salah satu target pemasaran yang luar biasa untuk jenis ikan mas.

Permintaaan pasar ikan mas, seakan sebagai pemandangan biasa bagi Dinas Pertanian dan Perikanan Pemkab Samosir. Kejadian ini tidak pernah terpikirkan Pemerintah Kabupaten Samosir untuk melakukan suatu gebrakan pembangunan serta menjadi salah satu sumber penghasilan petani dengan didukung oleh areal perikanan dan pengairan yang cukup khusus untuk wilayah Samosir,” kata Nai Ira disela-sela jualannya, Rabu (4/9)

Hal senada juga dikatakan pemasok ikan mas, A. Romasi Naibaho. Dikatakan Pemkab Samosir setengah hati atau hanya membuat program tahunan yang hanya untuk menjalakan roda pemerintahan di bidang perikanan tanpa melihat potensi dan sumber daya alam yang menjanjikan tersebut dikelola dengan baik.

Menurut Naibaho, program pemerintah dalam rangka peningkatan penghasilan warga di bidang perikanan ikan tawar, baik itu jenis pembibitan dan pembesaran sepertinya belum dipikirkan.

“Potensi alam ini diharapkan dijadikan Pemkab Samosir sebagai sumber pertumbuhan ekonomi warga yang bisa meningkatkan perekonomian daerah di bidang perikanan untuk mencipatakan kesejahteraan,” harap Naibaho

Pewarta: Tetty Naibaho
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026