Samosir (Antarasumut) - ICW Samosir minta masyarakat di daerah itu untuk mengawasi penggunaan dana kegiatan Festival Danau Toba (FDT) yang mencapai Rp15 miliar.

"FDT yang digadang-gadang akan mampu menyedot perhatian wisatawan diharapkan mampu memajukan pariwisata Danau Toba khususnya Samosir akan menghabiskan anggaran belanja dari APBN sebesar Rp 11 miliar ditambah belanja hibah kepada Panitia Lokal dari APBD Samosir Rp 4 miliar" ungkap  Ketua ICW Samosir Pardiman Limbong menanggapi besarnya alokasi anggaran pelaksanaan FDT 2013, Sabtu(31/8) di Pangururan.

Sebagai Putra Samosir, dirinya bangga akan pagelaran FDT yang difokuskan di Kabupaten Samosir. Hanya saja besarnya alokasi anggaran FDT dikhwatirkan akan banyak anggaran yang tidak tepat sasaran alias rawan diselewengkan.

“Sebagai putra Samosir saya bangga Samosir menjadi tuan dan nyonya rumah FDT. Dengan pagelaran FDT saya berharap pariwisata di Samosir menjadi terkenal dan maju dan akan menumbuhkan ekonomi kerakyatan yang mensejaterahkan rakyat Samosir. Namun kita harus mengawasi penggunaan anggaran tersebut terutama hibah kepada panitia. Dengan alokasi dana sebesar itu kami kuatir banyak anggaran yang tidak tepat sasaran dan diselewengkan” katanya.

Sementara Ketua Karang Taruna Kabupaten Samosir Jabalos Simbolon menyayangkan sikap Pemkab Samosir tidak melibatkan masyarakat dalam kepanitiaan atau melaksanakan kegiatan.

“Februari yang lalu, kami sudah membuka wacana tersebut. Kami mengusulkan agar organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat dilibatkan dalam kepanitiaan. Namun usulan kami tidak ditanggapi.” Ujar Jabalos.

Ia juga menyinggung minimnya promosi FDT di media massa. Dia menuturkan, suksesnya suatu pegelaran karena promosi yang itens dilakukan oleh pihak panitia.

 

Pewarta: Tetty Naibaho
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026