"Sampai hari ini yang berhasil ditangkap 39 orang, termasuk tiga orang yang menyerahkan diri," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Agus Rianto di Jakarta, Rabu.
Dia menjelaskan total napi yang melarikan diri dalam insiden Minggu berjumlah 84 orang. Jumlah tersebut didapat dari jumlah total napi pada Minggu pagi sebelum terjadinya insiden yakni 867 orang.
"Yang dibebaskan hari itu satu orang. Setelah insiden, dievakuasi 442 orang, jumlah sisa di lapas 340 orang, jadi tahanan yang kabur 84 orang," paparnya.
Dia menambahkan pada hari Selasa (20/8) pukul 13.30 WIB, kegiatan evakuasi napi telah selesai. Sebanyak 442 orang napi telah dipindahkan ke 13 lapas yang berada di wilayah Sumatera Utara.
Sementara kepolisian bersama dengan Kemenkumham terus berupaya untuk menangkap 45 orang napi yang masih buron.
Untuk menjamin keamanan di sekitar Lapas Labuhan Ruku pascainsiden, sebanyak 300 orang personel pengamanan yang terdiri atas TNI dan Polri dikerahkan untuk mengamankan situasi.
Meski belum bisa merinci data napi yang masih 'bebas', Agus memastikan para napi yang buron tidak ada yang terkait dengan kasus terorisme.
Pada Minggu (18/8), terjadi kerusuhan dan pembakaran di Lapas Klas 2A Labuhan Ruku yang diawali dengan pemukulan terhadap petugas jaga.
Ada dugaan keributan dipicu karena adanya napi yang merasa kecewa karena dipindah dari Lapas Lubuk Pakam. "Ada 46 napi titipan. Dari 46 orang itu ada provokator yang menyebabkan pembakaran," kata Kapolres Batubara, AKBP JP Sinaga, beberapa waktu lalu.
Akibat insiden tersebut, puluhan orang napi melarikan diri.(A064)
Pewarta: Anita Permata Dewi:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.