"Personel TNI ini siap diberangkatkan menjaga perbatasan Indonesia yang berbatasan dengan Malaysia," kata Danyon Raider-100, Letkol (inf) Safta Feriansyah, di Stabat, Rabu.
Prajurit Raider-100 akan menjaga perbatasan di Provinsi Kalimantan Timur antara Indonesia dan Malaysia.
Mereka akan bertugas menjaga perbatasan tersebut selama tujuh sampai sembilan bulan.
Selama bertugas di perbatasan, para prajurit tersebut akan melaksanakan patroli rutin dan menggelar berbagai kegiatan sosial bagi masyarakat di sekitar wilayah mereka bertugas.
"Mereka direncanakan berangkat ke Kalimantan Timur sekitar September," tambahnya.
Sebelum diberangkatkan ke wilayah perbatasan, para prajurit telah melakukan latihan pemantapan, termasuk di antaranya latihan anti teror.
Selama menjalani latihan simulasi antiteror, kata Safta, prajurit Reider-100 berhasil mengamankan aksi teror yang dilakukan para teroris.
Menurutnya, latihan ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas prajurit TNI, jika sewaktu-waktu diminta untuk menanggulangi aksi terorisme.(KR-IFZ)
Pewarta: Imam Fauzi:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.