"Total pelanggaran lalu lintas selama Operasi Patuh toba 2013 di wilayah hukum Polres Serdang Bedagai mencapai 1.079 kasus," kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Serdang Bedagai, AKP. Z. Siregar, di Sei Rampah, Kamis.
Ia menjelaskan, petugas Polres Serdang Bedagai telah mengambil tindakan tegas dengan menilang pengendara yang melanggar aturan, baik yang bersifat membahayakan keselamatannya sendiri maupun orang lain.
Sementara, pengendara sepeda motor yang tidak menyalakan lampu pada siang hari, petugas kepolisian memberikan peringatan atau teguran.
"Ada sebanyak 409 tindakan peringatan atau teguran yang dilakukan petugas terhadap pengendara," ujarnya.
Polres Serdang Bedagai juga mencatat korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas dalam pemantauan petugas Operasi Patuh Toba 2013 di wilayah itu 12 kasus.
Dari 12 kasus kecelakaan lalu lintas tersebut, sebanyak tiga orang di antaranya meninggal dunia, lima luka berat dan 30 orang mengalami luka ringan.
Sedangkan total kerugian akibat kecelakaan lalu lintas itu diperkirakan mencapai Rp57 juta lebih.
Dengan berakhirnya Operasi Patuh Toba 2013 diharapkan kepada seluruh pengendera kendaraan agar tetap mematuhi peraturan dan Undang-Undang Lalu Lintas, kata Siregar.
Pelaksanaan Operasi Patuh Toba tahun 2013 bertujuan menciptakan kondisi dalam rangka menjamin terciptanya keamanan keselamatan ketertiban dan kelancaran lalu lintas, menjelang dan menyambut bulan suci Ramadan 1434 Hijriyah (H).
Pelaksanaan operasi mengutamakan kegiatan preemptif 25 persen, preventif 25 persen serta penindakan pelanggaran lalu lintas 50 persen.
Setelah berakhirnya Operasi Patuh Toba 2013, lanjut dia, Polda Sumatera Utara selanjutnya akan menggelar Operasi Ketupat Toba 2013 yang akan dilaksanakan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriyah.(KR-JRD)
Pewarta: Juraidi:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.