Beberapa saksi mata kepada Antarasumut, menyebutkan bahwa, api yang menghanguskan kedai kopi milik Suwarto (55) diawali dengan suara letupan yang diperkirakan berasal dari tabung gas.
"Kami spontan memberi bantuan dengan menyiram air pakai ember, tetapi api justru terus membesar," ujar Sarliman, tetangga korban kebakaran.
Api baru bisa dipadamkan dalam kurun waktu sekitar 45 menit setelah satu unit mobil pemadam kebakaran dari PT STTC tiba di lokasi kejadian.
Akibat kebakaran itu, Suwarto diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp80 juta lebih.
Menurut keluarga korban, kebakaran terjadi pada saat David Fadli Syahputra, cucu Suwarto, memanaskan sayur di dapur dan kemudian meninggalkan kedai kopi, tetapi lupa mematikan kompor gas.
Sementara itu, Kapolres Bangun, AKP Hitler Sihombing, mengungkapkan bahwa api yang menghanguskan kedai kopi tersebut berasal dari kompor gas. (Wrt)
Pewarta: Waristo:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.