Madina (ANTARA) - Pemerintah Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, membagikan masker kepada masyarakat sebagai upaya mengantisipasi dampak kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah daerah itu.

Pembagian masker tersebut dipimpin Camat Panyabungan Timur Wahyu Hidayat Siregar bersama Staf, kepala Puskesmas Gunung Baringin, kepala Kantor Urusan Agama (KUA), kepala Koordinator KB dan Lurah Gunung Baringin di depan Kantor Camat Panyabungan Timur, Rabu (9/9).

Sebanyak 25 kotak masker dibagikan kepada warga yang melintas di sekitar lokasi kegiatan.

Camat Panyabungan Timur Wahyu Hidayat Siregar mengatakan pembagian masker merupakan bentuk kepedulian pemerintah melalui kecamatan terhadap masyarakat di tengah kondisi udara yang berkabut akibat asap.

"Kami mengimbau masyarakat agar menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama untuk menjaga kesehatan di tengah kondisi udara seperti sekarang," katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara semakin memburuk serta tetap menjaga kesehatan.

Pembagian masker tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi risiko masyarakat terpapar asap sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kualitas udara di wilayah Panyabungan Timur.

Sebelumnya, sejumlah wilayah di Kabupaten Mandailing Natal dilaporkan diselimuti kabut asap dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madina Mukhsin Nasution mengatakan kondisi tersebut diduga merupakan dampak kiriman asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau.

"Kalau laporan belum kita terima secara resmi. Namun kita sudah berkonsultasi dengan BMKG, bahwa kabut asap di Madina itu kemungkinan besar dampak dari karhutla di Pekanbaru atau Riau," kata Mukhsin saat diwawancarai, Senin (7/9).

Menurut dia, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kabut asap yang dirasakan masyarakat Madina tidak berkaitan dengan aktivitas vulkanik atau letusan gunung api.

BPBD Madina juga belum menemukan titik panas (hotspot) yang mengindikasikan adanya kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.

Mukhsin mengatakan kondisi kualitas udara dan jarak pandang di Madina masih relatif aman serta belum mengganggu aktivitas masyarakat secara signifikan.

Selain itu, BPBD Madina belum menerima laporan mengenai gangguan kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan kabut asap. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait kondisi tersebut.

Meski demikian, BPBD Madina tetap menyiapkan langkah mitigasi apabila kondisi kabut asap semakin memburuk, salah satunya dengan menyiapkan sekitar 50 ribu masker untuk masyarakat.

Mukhsin menyebut kabut asap saat ini telah dirasakan di hampir seluruh wilayah Kabupaten Madina dengan tingkat ketebalan yang berbeda-beda.

Menurutnya, kondisi geografis di sejumlah wilayah dapat menyebabkan asap lebih mudah berkumpul sehingga kabut terlihat lebih tebal dibandingkan daerah lainnya.



Pewarta: Holik
Editor : Akung

COPYRIGHT © ANTARA 2026