Pematangsiantar, 18/6 (Antarasumut) - Sebanyak empat unit rumah semipermanen di Jalan Jawa Kelurahan Bantan Kota Pematangsiantar, Senin kira-kira pukul 03.00 WIB, musnah terbakar.

Angin kencang yang melanda kota ini semakin mempercepat proses merambatnya api sehingga juga menghanguskan sebagian dinding dan asbes tiga unit rumah yang bersebelahan.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah yang menimpa ke empat korban yang masih ada pertalian saudara ini, tetapi harta benda dan surat-surat berharga tidak dapat terselamatkan.

"Kami sadar setelah api mulai membesar. Kami hanya berpikir menyelamatkan diri," ujar seorang korban Bambang Irawan (50 tahun), yang berharap Pemkot dapat memberikan bantuan kepada mereka.

Lurah Bantan Ismono menyampaikan pihaknya telah melaporkan ke Wali Kota melalui Dinas Sosial dan menggalang pengumpulan dana kepada masyarakat sekitar dan yang melintas. "Kita dirikan posko untuk membantu meringankan beban korban kebakaran," kata Ismono.

Belum diketahui asal api penyebab  kebakaran, namun pada saat terjadinya peristiwa itu penerangan listrik dalam keadaan menyala. "Kalau korselet, listrik pasti padam," ujar Ketua RT Yus Ritonga yang menyampaikan korban sementara tinggal di tempat keluarga lain.

Ke empat korban kebakaran itu Bambang Irawan, Ira Tekno (45 tahun), Nurdasly (56 tahun) dan Nurhalim (51 tahun). Rumah yang dindingnya sebagain terbakar, Dolla (53 tahun), Nurhanum Siregar (54tahun) da Wagino (48 tahun).

Data di Kantor Pemadam Kebakaran Kota Pematangsiantar tercatat 14 peristiwa kebakaran dengan 29 rumah, satu gudang, satu perpustakaan dan tempat pembuangan akhir sampah mulai Januari 2013 termasuk yang terjadi di Jalan Jawa.

Pewarta: Waristo
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026