Medan, 23/5 (Antara) - Kepolisian Daerah Sumatera Utara meningkatkan razia dan berbagai pengawasan untuk mencegah tindak kriminalitas dan berbagai gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kasubbid Pengelola Informasi dan Data Bidang Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan di Medan, Kamis, mengakui jika jumlah kriminalitas mengalami peningkatan jika berdasarkan laporan yang ada.

Karena itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro telah mengeluarkan instruksi agar seluruh polres dan polsek di daerah itu meningkatkan razia dan kegiatan rutin lainnya.

Dengan razia dan kegiatan rutin kepolisian tersebut, diharapkan peluang kejahatan dan berbagai peristiwa yang tidak diinginkan lainnya dapat diminimalkan.

Peningkatan razia tersebut dapat dilihat dari aktivitas personel kepolisian di wilayah hukum Polresta Medan, terutama dalam mengantisipasi kelompok geng motor.

Dalam merazia geng motor tersebut, pihak kepolisian bukan mengerahkan personel Satuan Lalu Lintas, melainkan seluruh polsek yang berada di wilayah hukum Polresta Medan.

"Sekarang, tiada hari tanpa razia," kata mantan Kapolres Nias Selatan itu.

Selain razia, pihaknya juga mengharapkan dukungan masyarakat untuk segera melapor ke kantor kepolisian terdekat jika menemukan aktivitas yang mencurigakan dan dapat mengganggu kamtibmas.

"Dengan begitu, kami dapat mengerahkan personel untuk mencegah terjadinya kejahatan," kata Nainggolan.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut Syamsul Hilal mengatakan kriminalitas di Medan saat ini semakin mengkhawatirkan karena aparat pun bisa menjadi korban dari aksi kejahatan tersebut.

Menurut catatan, pada Minggu (12/5) terjadi pengeroyokan yang dialami salah seorang prajurit TNI AD di kawasan Jalan Puskesmas dan pada Jumat (10/5) terjadi penganiayaan yang menewaskan personel Satuan Brimob Polda Sumut di Jalan Sei Serayu.

Kemudian, terjadi juga perampokan yang disertai pembunuhan terhadap sebuah keluarga di kawasan Namurambe, Kabupaten Deli Serdang serta perampokan yang juga disertai pembunuhan terhadap penjaga rumah di Jalan Jermal VII pada Minggu (12/5) Memang, kata Syamsul, tingkat kriminalitas tersebut belum sampai membuat masyarakat takut ke luar rumah atau mengganggu dunia investasi di Sumut.

Namun, jika tidak diambil langkah-langkah antisipasi dengan cepat, dikhawatirkan kriminalitas tersebut akan terus terjadi sehingga menimbulkan kesan Kota Medan tidak aman.

"Nanti orang luar takut datang ke Medan ini," kata politisi PDI Perjuangan itu. ***2*** (T.I023/C/I. Sulistyo/I. Sulistyo) 23-05-2013 19:20:32

Pewarta: Irwan Arfa
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026