"Sinergitas Sumut dan tiga kabupaten itu mengingat gudang yang sudah selesai dibangun tersebut infrastrukturnya masih belum memadai untuk dijadikan SRG," kata Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Perwakilan IX Mikael Budisatrio di Medan, Jumat.
Hasil evaluasi menunnjukkan gudang untuk SRG yang sudah dibangun masing-masing Serdang Bedagai dan Simalungun untuk beras, sementara di Karo untuk penyimpanan jagung, belum memenuhi standar sehingga perlu pembenahan dan penambahan sarana dan prasarana .
Selain masalah infrastruktur, SRG di Sumut juga menghadapi masalah lainnya mulai soal kurangnya pemahaman, belum optimalnya keterlibatan pemerintah kota/kabupaten, kelembagaan petani yang masih sedikit, biaya transportasi dari sentra ke gudang yang masih mahal dan minimnya pembiayaan.
Infrastruktur di gudang yang belum maksimal dikhawatirkan mengganggu kualitas komoditas yang disimpan, sedangkan jarak gudang ke lokasi areal petani yang relatif jauh dinilai bisa menimbulkan biaya transportasi yang mahal.
Adapun pembangunan SRG itu menggunakan dana dari APBD Provinsi Sumut maupun kabupaten di mana gudang itu dibangun.
Menurut Mikael, SRG itu mendesak dijalankan di Sumut untuk penguatan cadangan pangan di daerah tersebut, apalagi harga bahan pokok itu khususnya beras dan jagung sering mengalami fluktuasi.
Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Sumut, R .Sabrina, mengatakan, Pemprov Sumut terus mendukung SRG di tiga kabupaten itu, meski tanggung jawab terbesar ada di masing-masing daerah.
Selain untuk menjaga kepastan harga, SRG diharapkan bisa menekan lonjakan inflasi dan penguatan cadangan pangan.
Anggota DPD RI utusan Sumut, Parlindungan Purba, menyebutkan, Pemprov Sumut dan Pemkab/Pemkot sudah seharusnya semakin meningkatkan kepedulian terhadap petani yang kesejahteraannya masih belum maksimal dibandingkan di negara lain.
"Fluktuasi harga yang sering terjadi harus diatasi, agar petani masih tetap mau bertani, karena sebagai negara yang berpenduduk banyak, kekuatan pangan Indonesia harus tetap terjaga," katanya.***3***
yuliastuti
(T.E016/B/N. Yuliastuti/N. Yuliastuti)
Pewarta: Evalisa Siregar:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.