Medan, 20/4 (Antara) - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, baru membentuk 20 desa siaga bencana sebagai salah satu upaya mencegah daerah itu dari banjir, tanah longsor, kebakaran, dan bencana alam lainnya.

"Untuk sementara waktu, baru 20 dari jumlah 177 desa di Tapanuli Tengah memiliki desa siaga, dan lainnya akan menyusul," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Tengah Bonaparte Manurung ketika dihubungi dari Medan, Jumat.

Pembentukan desa siaga itu, menurut dia, sangat tepat mengingat Kabupaten Tapanuli Tengah yang berada di pesisir Pantai Barat Sumatera sering terjadi banjir sungai dan air laut.

"Wajar pemkab menggagas pendirian desa siaga. Bila terjadi bencana alam, warga dapat menangganinya, serta upaya selanjutnya yang akan dilaksanakan," ujarnya.

Manurung mengatakan bahwa warga dari 20 desa siaga tersebut akan mendapat pelatihan dari Tim SAR TNI/Polri dan Basarnas, serta Tim Gegana dari Brimob.

"Institusi militer tersebut selama ini dikenal memiliki pengalaman yang cukup tinggi dalam melatih dan mendidik satgas bencana.Satgas desa siaga itu, saat ini sangat penting dan diperlukan," ujarnya.

Dia mengatakan, dalam pelatihan tersebut, satgas siaga bencana juga diberikan cara menyelamatkan korban, pemberian bantuan keselamatan, langkah-langkah pencegahan bencana dan lainnya.

"Latihan bagi warga desa siaga itu cukup ketat dan memiliki disiplin yang tinggi sehingga mereka nantinya memiliki keterampilan dan dapat diandalkan," kata Manurung.

Sebanyak 12 dari 20 kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah, lanjut dia, rawan bencana banjir sehingga dapat mengancam keselamatan masyarakat di daerah tersebut.

Dari 12 kecamatan yang sering mengalami banjir, yakni Kecamatan Barus, Kecamatan Andam Dewi, Kecamatan Barus Utara, Kecamatan Manduamas, dan Kecamatan Sorkam.

Kecamatan Kolang, Kecamatan Pandan, Kecamatan Sibabangun, Kecamatan Tukka, Kecamatan Tapian Nauli, Kecamatan Sitahuis, dan Kecamatan Suka Bangun, atau titik rawan mencapai 244 titik.

Kabupaten Tapanuli Tengah secara administratif terdiri atas 20 kecamatan dengan 177 desa dan 15 kelurahan dengan luas 2.194,98 kilometer persegi (km2) atau 219.498 hektare dengan jumlah penduduk 290.545 jiwa.

***4*** D.Dj. Kliwantoro (T.M034/B/D. Kliwantoro/D. Kliwantoro) 20-04-2013 09:48:40

Pewarta: Munawar Mandailing
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026