Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara menyatakan nilai tukar petani (NTP) di wilayah itu mengalami peningkatan pada April 2026 dibandingkan bulan sebelumnya (month to month).

"Nilai Tukar Petani Sumut pada April 2026 naik 3,37 persen atau 162,45 dibandingkan bulan sebelumnya," ujar Kepala BPS Provinsi Sumatera Utara Asim Saputra di Medan, Selasa.

Asim melanjutkan kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 202,20, dengan komoditas penyumbang di antaranya gabah, kelapa sawit, jagung, karet, dan kopi.

Sementara itu, ia mengatakan indeks harga yang dibayar petani hanya naik tipis menjadi 124,46, dengan komoditas penyumbang di antaranya bawang merah, minyak goreng, urea, beras, dan kalium klorida.

Kemudian NTP subsektor tanaman pangan naik 1,53 persen menjadi 107,38 dibandingkan bulan sebelumnya. Sub sektor tanaman perkebunan rakyat juga naik 4,94 persen menjadi 235,96.

Untuk nilai tukar usaha pertanian (NTUP), BPS Sumut mencatat indeks harga yang diterima petani sebesar 202,20 atau naik 3,43 persen, dengan komoditas penyumbang di antaranya kelapa sawit, gabah, karet, dan jagung.

Sementara itu, indeks biaya produksi dan penambahan barang modal hanya meningkat tipis 0,48 persen, dengan komoditas penyumbang seperti upah memanen, oli, dan pupuk urea.

Pewarta: M. Sahbainy Nasution

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2026