Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) melalui Perwakilan BKKBN Sumatera Utara menggencarkan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Program Bangga Kencana tetap kami kedepankan, karena merupakan instruksi Presiden Prabowo Subianto melalui AstaCita,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Fatmawati di Medan, Selasa.
Fatmawati mengatakan petugas di daerah 3T melakukan sosialisasi dan penguatan Program Bangga Kencana guna mendukung pencapaian target. Selain itu petugas berkolaborasi dengan pemerintah daerah (pemda) serta menjalin kerja sama dengan pemangku kepentingan lainnya.
Berdasarkan data, kata dia, angka kelahiran total (Total Fertility Rate/TFR) di Sumatera Utara pada 2025 masih berada di angka 2,39. Di wilayah Kepulauan Nias, TFR Kabupaten Nias Selatan sebesar 2,70, Kabupaten Nias Utara 3,00, dan Kabupaten Nias Barat 3,10.
“Artinya, rata-rata jumlah anak yang dimiliki perempuan usia produktif di Sumatera Utara hampir tiga anak. Sementara target nasional sebesar 2,1 untuk mewujudkan penduduk seimbang,” katanya.
Oleh karena itu ia menekankan pentingnya sinergi, ketepatan waktu, dan kualitas pelaksanaan, agar program tersebut menghasilkan rumusan strategis yang berdampak nyata.
“Program Bangga Kencana tidak terlepas dari dukungan kemitraan lintas sektor yang solid hingga menjangkau tingkat desa dan kelurahan,” ujarnya.
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2026