Medan (ANTARA) - Program Bangga Kencana kembali digaungkan BKKBN bersama Komisi IX DPR RI. Kali ini, sosialisasi digelar di Pasar Belakang, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga, Sumatera Utara. Ratusan warga, aparat kelurahan, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Acara dibuka dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars KB, kemudian dilanjutkan dengan sesi materi dari para narasumber. Anggota Komisi IX DPR RI, Sihar P.H. Sitorus, hadir secara daring dan menekankan pentingnya kualitas keluarga sebagai kunci menuju Indonesia Emas.
“Kualitas anak sangat penting. Kita ingin anak-anak tumbuh sehat dan cerdas dengan asupan gizi yang baik. Karena itu Komisi IX bersama BKKBN mendorong pendampingan ibu hamil melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK),” jelasnya.
Dari BKKBN, Ronny A.P. Situmorang, S.Sos., MA memaparkan bahwa Bangga Kencana adalah program pembangunan keluarga yang menyentuh seluruh siklus kehidupan manusia, mulai dari balita, remaja, calon pengantin, pasangan usia subur, hingga lansia.
“Perencanaan itu penting, baik menikah di usia ideal, merencanakan jumlah anak, maupun menyiapkan masa depan keluarga,” ujarnya.
Dra. Rabiatun Adawiyah, dari BKKBN Sumut, menambahkan bahwa Bangga Kencana erat kaitannya dengan upaya pencegahan stunting. Ia mengingatkan pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
“Masa ini tidak boleh terlewat. Selain gizi yang cukup, anak juga butuh kasih sayang dan perhatian orang tua,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas P2KB Kota Sibolga, Richard M. Pangaribuan, S.Si., Apt., M.Kes., menegaskan bahwa pembangunan keluarga berkualitas adalah langkah nyata untuk menurunkan angka stunting.
“Peran ayah sama pentingnya dengan ibu dalam mendukung tumbuh kembang anak. Dengan keluarga yang kuat, kita bisa wujudkan generasi sehat dan berdaya saing,” ujarnya.
Antusiasme warga Sibolga terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul dalam sesi diskusi. Siti Mariani, salah satu peserta dari Kelurahan Pasar Belakang, mengaku mendapatkan wawasan baru.
“Saya jadi lebih paham tentang pentingnya perencanaan keluarga dan gizi anak. Ternyata peran ayah juga besar sekali. Sosialisasi ini bermanfaat sekali untuk kami sebagai orang tua,” ungkapnya.
Selain sosialisasi, BKKBN juga memperkenalkan Quick Wins andalannya, seperti Gerakan Orang Tua Asuh Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak, Gerakan Ayah Teladan Indonesia, Super Apps Bangga Kencana, hingga Lansia Berdaya.
Lewat kegiatan ini, BKKBN bersama Komisi IX DPR RI berharap masyarakat semakin paham pentingnya perencanaan keluarga dan bersama-sama menciptakan keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Pewarta: JuraidiEditor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026