Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara menuai surplus beras pada tahun 2025 sebanyak 54.369 ton. 

Capaian surplus beras itu dipaparkan Kadis Pertanian Kabupaten Simalungun, Jenri Saragih, Rabu (7/1). 

Dipaparkan, berdasarkan data tahun 2025 menunjukkan, luas panen padi Januari-Desember sebesar 47.915,7 hektare. 

Sementara produksi gabah kering giling 278.683 ton, dan jika dikonversi menjadi beras sebanyak 178.413 ton.

Konsumsi beras pendudukan Kabupaten Simalungun sebesar 116,2 kg/kapita/tahun dan jumlah penduduk 1.067.499 jiwa, total konsumsi beras selama tahun 2025 mencapai 124.043 ton. 

Hal ini membuat Kabupaten Simalungun mencatat surplus beras sebesar 54.369 ton. 

Surplus beras akan lebih objektif diukur jika dikaitkan dengan laju pertumbuhan penduduk setiap tahun untuk memudahkan evaluasi tingkat ketahanan pangan.

Menurut Jenri, upaya peningkatan produksi beras selanjutnya perlu difokuskan pada peningkatan luas tambah tanam, indeks pertanaman, dan perluasan areal tanam di lahan kering, mengingat lahan sawah yang semakin berkurang. 

Untuk itu, Bupati Simalungun, H Anton Saragih mengajak penyuluh pertanian di 32 kecamatan agar lebih meningkatkan produksi pada bidang pertanian di Kabupaten Simalungun. 

Disebut, Kabupaten Simalungun sebagai salah satu lumbung pertanian di Sumatera Utara dan harus memberi kontribusi pada program ketahanan pangan Nasional. 

Diingatkan, Kabupaten Simalungun pernah menjadi tuan rumah Panen Raya yang dilaksanakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2005 di Kecamatan Panombeian Panei.
 

Pewarta: Waristo

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2026