Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mendengarkan langsung keluhan warga pesisir Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).

Pihaknya berjanji akan memberikan dukungan penuh untuk memperkuat perkembangan ekonomi di daerah ini.

"Di sini pelaku UMKM masih banyak yang mengolah produk secara manual, seperti terasi, kerupuk udang dan lainnya," kata Bobby usai meninjau UMKM dan buruh harian di Tanjung Leidong, Kecamatan Kualuh Leidong, Labura, Rabu (24/9).

Gubernur lantas berbincang-bincang dengan para buruh harian, kemudian pelaku UMKM dan beberapa tokoh salah satu daerah di pesisir timur Sumut.

Mendengarkan langsung keluhan-keluhan mereka, Bobby mencarikan solusi di kawasan yang masih minim fasilitas dasar ini.

"Jadi kami memberikan bantuan alat, seperti mesin penggiling untuk terasi, dan mesin pemotong untuk kerupuk udang agar mereka bisa lebih produktif," tutur Bobby.

Selain itu, masyarakat Tanjung Leidong juga mengeluhkan jalan yang rusak, harga bahan pokok, dan ketersediaan solar.

Menurut Bobby, kondisi jalan rusak menjadi salah satu faktor utama masalah ekonomi di daerah ini.

"Masyarakat keluhkan harga hasil laut mereka lebih murah dari daerah lainnya, karena akses yang sulit. Itu juga mempengaruhi harga sembako," sebutnya.

Bahkan mereka juga harus membeli solar untuk kebutuhan melaut cukup jauh, sehingga biaya yang mereka melaut menjadi lebih tinggi.

"Ini akan kita carikan solusinya sesegera mungkin, karena potensi daerah ini sangat bagus," jelas Bobby.

Sakinah br Saragih, buruh harian pemilih ikan menginginkan harga kebutuhan bisa lebih murah karena penghasilannya sering tidak cukup memenuhi kebutuhan keluarga.

"Kalau ibu-ibu ini pak, harga kebutuhan sehari-hari diturunkan. Tak sesuai lagi sama kerjaan kami yang sekitar Rp25 ribu per hari. Beras saja Rp15-16 ribu per kilogram, tak cukup lagi pak," kata Sakinah, yang suaminya seorang penjemur ikan ini.

Marwan, nelayan berharap infrastruktur jalan ke Tanjung Leidong segera diperbaiki, sehingga distribusi logistik dan mobilitas masyarakat lebih lancar.

"Karena jalan rusak, yang harusnya satu jam jadi dua jam. Ini kan nambah biaya pak. Kayak kami nelayan harus beli solar jauh dari sini, jadi tambah biaya. Sementara harga tangkapan kami lebih murah, karena kata orang itu susah ke sini. Kami berharap Pak Bobby bisa membantu kami," kata Marwan.


Pewarta: Muhammad Said

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2025