Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menyerap gabah kering panen (GKP) dari petani di wilayah itu sebanyak 33.456 ton terhitung dari Januari hingga 21 September 2025.

"Penyerapan GKP 33.456 ton itu jika dijadikan beras sebanyak 17.732 ton yang tersebar di berbagai daerah di Sumut," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto di Medan, Senin.

Budi melanjutkan di antaranya wilayah yang dilakukan penyerapan GKP Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Asahan, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Menurut dia, penyerapan GKP di tingkat petani pada periode pertama telah selesai terhitung akhir Agustus karena sudah mencapai target 3 juta ton setara beras yang telah terealisasi.

"Sesuai dari perintah dari Badan Pangan Nasional kami menyerap untuk harga GKP di tingkat petani dengan harga maksimal Rp6.500 per kilogram dengan semua kualitas," tutur dia.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada para petani di wilayah Sumut tidak perlu khawatir karena penyerapan GKP masih berlanjut sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan.

Selain itu, Bulog Sumut juga melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan gabungan kelompok tani (gakpoktan) karena telah dilakukan penyerapan kembali.

"Untuk kuantum penyerapan GKP kami masih melakukan rapat dengan pusat. Tapi, jika ada petani yang menjual kami tetap melayani," katanya.

Di sisi lain, Budi menambahkan secara total jumlah beras yang ada di Gudang Bulog Sumut sampai saat ini mencapai 48.751 ton. Menurut dia, jumlah itu masih aman untuk mencukupi kebutuhan bahan pokok itu di Sumut.

"Apalagi ke depan juga ada tambahan dari pusat untuk menambah stok di gudang, dan penyerapan GKP terus berlanjut karena di sejumlah daerah mulai memasuki musim panen," ucapnya.

 

 

Pewarta: M. Sahbainy Nasution

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2025