Bupati Mandailing Natal (Madina), Saipullah Nasution merepons keluhan warga terkait kondisi jembatan Abdul Hakim Ritonga di Desa Jambur Padangmatinggi, Kecamatan Panyabungan Utara, yang berpotensi putus karena abrasi.
Tinjauan Bupati Saipullah ini sebagai bentuk resfon pemerintah atas keluhan warga terkait kondisi jembatan penghubung dari Kecamatan Panyabungan Utara ke Kecamatan Nagajuang itu.
"Itu berpotensi akan terputus manakala datang banjir bandang karena airnya itu akan menggerus bagian terluar dari sambungan jembatan, jadi bukan jembatan utamanya," kata Bupati Saipullah usai meninjau kondisi jembatan itu, Senin (18/8).
Secara konstruksi, lanjut bupati jembatan tersebut cukup kokoh, termasuk pancang atau tiangnya. Namun, tidak dengan jalan penghubung ke jembatan yang ketahanannya tidak sebagus jembatan karena terus abrasi.
Mengatasi hal itu, Bupati Saipullah mengungkapkan jika sebelumnya Pemkab Madina telah mengusulkan perbaikan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk normalisasi eks bencana. Namun, jembatan ini tidak bisa diajukan karena peristiwa banjir di kawasan itu telah melebihi masa waktu dua tahun.
Sebagai langkah awal, Pemkab Madina akan melakukan normalisasi sungai Batang Gadis yang melintas di bawah jembatan dengan melihat setiap kemungkinan, termasuk penggunaan APBD atau pengajuan ke provinsi.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Elpianti Harahap memastikan timnya dalam pekan ini akan melakukan survei penanganan normalisasi saja dan mengkalkulasikan kebutuhan anggaran yang diperlukan.
"Segera kami survei tim lengkap dari PUPR dan memastikan kira-kira berapa anggaran untuk penanganan normalisasi saja, bukan dek penahan," sebutnya.
Sementara itu, Camat Nagajuang, Rahmat Rizky Ramadhan Pulungan berterima kasih atas respons cepat dan positif dari bupati.
"Sebagai perwakilan masyarakat, saya menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Madina, terkhusus pak bupati yang telah meninjau dan mengambil langkah-langkah penanggulangan, kami harap bisa segera terealisasi," kata dia didampingi sejumlah kepala desa dan tokoh masyarakat setempat.
Kepala Desa Banua Rakyat, Ali Atas Tampubolon menegaskan masyarakat Nagajuang mendukung pemerintah untuk menormalisasi sungai maupun membangun dek penahan. Mereka bahkan telah membeli tanah di lokasi tersebut sehingga nanti tidak terkendala pembebasan lahan saat pembangunan terealisasi.
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2025