Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara memaparkan capaian program 100 hari kerja pasangan Bupati Saipullah Nasution dan Wakil Bupati, Atika Azmi Utammi (SAHATA) dalam sebuah kegiatan resmi yang digelar di aula Kantor Bupati setempat, Selasa (8/7).

Dalam pemaparan yang juga turut dihadiri unsur Forkopimda, Pj Sekda, Drs M Sahnan Pasaribu para asisten dan kepala OPD dan camat, dan sejumlah undangan itu, Bupati Saipullah didampingi Wakil Bupati, Atika Azmi Utammi memaparkan sejumlah langkah cepat yang telah direalisasikan bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, dan para kepala dinas selama 100 hari pertama masa kepemimpinannya.

Bupati Saipullah menjelaskan ada delapan poin penting yang ditetapkan sebagai target penyelesaian kinerja selama 100 hari masa kepemimpinannya.

"Ada beberapa persoalan yang membutuhkan penanganan segera yang diharapkan dapat memberikan dampak perubahan signifikan dan menjawab kebutuhan masyarakat yang sifatnya mendesak yang kemudian dijadikan target penyelesaian dalam 100 hari pertama pemerintah Saipullah - Atika," katanya.

Adapun kedelapan target itu adalah, pemindahan Pasar Pagi (Pasar Lama) ke lokasi eks Bioskop Tapanuli, perpindahan RSUD Panyabungan, pembentukan Koperasi Merah Putih dan pembentukan BUMD.

Selanjutnya, penanganan infrastruktur jalan, penanganan kawasan kumuh, pemungsian kembali Taman Raja Batu dan kerja sama pemerintah dan badan usaha.

Saipullah menjelaskan, pemindahan Pasar Lama di Panyabungan ke lokasi baru dilakukan oleh pemerintah daerah dengan beberapa pertimbangan strategis dan praktis. Perpindahan pasar ini untuk penataan kota dan menyediakan tempat yang layak bagi pedagang. Sebab, sebelumnya kondisi pasar lama tidak layak, tidak higenis, dan kurang memadai dari sisi sanitasi maupun kenyamanan.

Untuk perpindahan RSUD Panyabungan, Saipullah menjelaskan, pemindahan manajemen dan sarana dan prasarana di lokasi baru sudah selesai dilaksanakan dan saat ini adalah proses penyelesaian terhadap SIO (Surat Izin Operasi) untuk pengoperasian gedung rumah sakit di lokasi baru di bukit Panatapan, dekat Kompleks Perkantoran Payaloting dan penyesuaian secara teknis untuk layanan BPJS. 

"Langkah penyelesaian ini perlu diambil agar pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan" katanya.

Bupati menambahkan, untuk kemudahan pasien, Pemkab Madina nantinya akan menyediakan shuttle bus yang standbay 24 jam di masjid Agung Nur Alan Nur. Bus ini akan mengantar masyarakat ke RSUD Panyabungan secara gratis.

Terkait pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh desa/kelurahan di kabupaten itu telah terbentuk lengkap dengan badan hukum atau akta notarisnya. 

Untuk pembentukan BUMD lanjut bupati, tahapannya sedang berlangsung. Pemkab Madina, kata dia telah melakukan kajian kebutuhan daerah terhadap pembentukan badan usaha, survei awal potensi bidang udaha, dan inventarisasi lahan-lahan perkebunan potensial yang dapat dijadikan sektor usaha BUMD.

"Ini merupakan salah satu upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)," sebut dia.

Untuk penanganan infrastruktur jalan pada 100 hari pertama kerja Saipullah-Atika ada empat ruas jalan prioritas dengan tiga rampung. Keempat jalan tersebut adalah jalan keliling Pasar Lama, Jalan Eks Bioskop Tapanuli, dan jalan dalam Kota Natal. Sementara ruas jalan yang masih proses adalah jalan menuju kantor DPRD.

Sementara untuk penanganan kawasan kumuh, Pemkab Madina bekerja sama dengan pemerintah pusat akan membangun 33 unit Rumah Tak Layak Huni (RTLH) sepanjang tahun ini dan dua di antaranya sudah rampung. Selain itu, pembangunan drainase ditargetkan akan rampung pada Desember 2025. Sementara yang saat ini sedang berjalan sudah 50 persen.

Kemudian, Pemkab Madina telah membangun SPAM yang prosesnya sudah 90 persen. Berikutnya, pembangunan SPALD beserta pengadaan becak sampah serta pengadaan dan pemasangan hydran.

"Harapannya dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menata lingkungan permukiman, mendukung pengurangan kawasan kumuh, meningkatkan nilai ekonomi kawasan, dan mewujudkan Panyabungan menjadi kota yang bersih dan tertib," ungkapnya.

Pemkab Madina, lanjut bupati telah berkonsultasi dengan Kejaksaan dan konsultan hukum terkait Taman Raja Batu. Ke depan, pengelolaan tempat wisata ini akan dipihak-ketigakan.

Terakhir, untuk menambah PAD, Pemkab Madina akan membuka ruang-ruang kerja sama dengan badan usaha dalam mengelola atau membangun infrastruktur, Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), pasar, persampahan, pariwisata, dan air bersih PDAM. 

Selain itu, masih ada beberapa capaian lain Saipullah-Atika yang sedang maupun rampung. Di antaranya, upaya pembukaan jalan lintas Madina - Pala via Panyabungan Timur, penguatan UHC, fasilitasi beasiswa, layanan dokter terbang spesialis, penyediaan 13 bidang lahan untuk dapur umum Makan Bergizi Gratis, dan pengusulan pembangunan 5.000 RTLH.

"Capaian ini bukanlah hasil kerja kami semata. Untuk itu, kami berterima kasih kepada DPRD Madina dan Forkopimda yang senantiasa mendukung program dan kebijakan untuk pembangunan," pungkasnya.

Pewarta: Holik

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2025