Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Sumut, Ade Jona Prasetyo mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Sumatera Utara tidak terpecah belah akibat berbeda pilihan dalam Pemilu 2024.

"Masyarakat Sumatera Utara untuk kembali ke NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), karena pemilu telah usai," ucap Jona di Medan, Rabu (21/2).

Imbauan ini, lanjut dia, disampaikan pihaknya agar masyarakat tetap menjaga persatuan setelah pesta demokrasi lima tahunan, karena perbedaan menentukan pilihan merupakan hal biasa dalam suatu pemilihan.

Namun terpenting tetap menjaga keamanan, kerukunan dan perdamaian. Lebih penting lagi tidak terprovokasi oknum yang mementingkan diri pribadi, sehingga menyebabkan benturan sesama masyarakat di Sumatera Utara.

"Kami mengimbau kepada masyarakat Sumut tidak terprovokasi oleh isu-isu belum jelas kebenarannya. Sebab, hal ini bisa mengganggu jalannya penghitungan suara yang sedang dilakukan oleh KPU," ungkapnya. 

Jona juga meminta kepada masyarakat Sumatera Utara tetap bersabar menunggu hasil keputusan KPU, karena hasil penghitungan belum selesai 100 persen.

"Kami juga minta masyarakat tetap bersabar dan terus mengawal proses penghitungan suara pemilu agar tetap berlangsung jujur, adil, aman, dan terhindar bentuk-bentuk provokasi yang menghancurkan persatuan dan kesatuan," jelasnya. 

TKD Prabowo-Gibran Sumut juga meminta masyarakat untuk bisa menerima apapun hasil keputusan KPU nantinya. "Masyarakat harus bersatu dalam bingkai NKRI. Tidak terpecah belah karena perbedaan pilihan," tega Jona lagi.

Pewarta: Muhammad Said

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2024