Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Provinsi Sumatera Utara Mulyadi Simatupang mengatakan pihaknya menyurati pemerintah kabupaten/kota di agar menggelar pasar murah di daerah masing-masing.

"Itu salah satu langkah kita untuk mengintervensi harga, khususnya harga beras yang beberapa pekan ini cenderung mahal. Kita sudah keluarkan surat edaran kepada pemerintah kabupaten/kota untuk melakukan operasi pasar atau menggelar pasar murah," ujar Mulyadi Simatupang, di Medan, Sabtu.

Menurutnya, pasar murah merupakan salah satu langkah kongkrit dalam upaya menstabilkan harga kebutuhan pokok masyarakat.

"Selain menggelar pasar murah, kita juga melakukan koordinasi-koordinasi dengan pemangku kebijakan terkait untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok ini," katanya.

Mulyadi mengaku pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pemangku kebijakan terkait untuk terus berupaya menstabilkan harga kebutuhan pangan di Sumut.

"Kita juga sudah koordinasi dengan TPID dan yang lainnya. Berkali berkali kita sudah melakukan koordinasi," sebutnya.

Ia mengungkapkan secara angka produksi beras di Sumut berada di posisi surplus sebanyak 321.546 ton pada bulan Agustus.
"Namun, di lapangan saat kita melakukan sidak, kita masih menemukan harga beras medium dijual Rp15.000 per kg, paling mahal, di atas harga tertinggi," sebutnya.

Untuk itu, kata dia, pihaknya akan melakukan investigasi penyebab naiknya harga beras medium, di antaranya dengan melakukan pengecekan langsung ke kilang-kilang padi yang ada di daerah itu.

"Kita terus mengawasi, kita akan panggil juga mitra-mitra kita terus kita akan mengecek langsung kilang-kilang padi besar," jelasnya.

Sebelumnya, Disperindag ESDM Sumut juga sudah menggelontorkan 2,5 ton beras pada kegiatan pasar murah.

Pasar murah tersebut digelar di halaman kantor Disperindag ESDM Sumut yang berlangsung dua hari yakni 29 dan 30 September 2023.

"Selain beras, pasar murah itu juga menyediakan telur ayam 100 papan, gula 300 kg, minyak goreng 600 liter, dan yang lainnya," ujarnya.

Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2023