Memiliki rumah merupakan dambaan bagi setiap orang. Namun tak sedikit pula yang masih bingung saat dihadapkan dengan proses pencarian properti dan apa saja yang harus disiapkan. Padahal, saat akan membeli properti, penting untuk mengetahui tahapan pembeliannya.

Sebagai bentuk literasi kepada masyarakat, Pinhome melalui Ahli Properti dan Pembiayaan Vina Yenastri membagikan sedikitnya enam tahap dalam proses pencarian properti.

Dikutip dari siaran pers pada Rabu, tahap-tahapan tersebut terdiri dari define, discovery, consideration, negotiation, transaction, dan post-transaction. Diharapkan, masyarakat dapat lebih bijak saat akan membeli properti pertamanya.

Di tahap define, calon pembeli properti harus menetapkan jenis properti yang akan dibeli serta mengetahui budget pembelian properti yang sesuai.

Baca juga: Kenali sejumlah modus penipuan di dunia properti

“Di tahap ini, kita udah mulai menentukan kriteria properti yang kita mau atau butuhkan seperti apa dan jenisnya apa aja. Lalu menentukan budget ini menjadi poin dasar utama ketika kita mencari properti. Budget kita untuk mencari properti berapa ya? Kemampuan kita untuk membeli properti berapa, lalu kita hitung-hitung, lalu kita masuk ke tahap discovery,” kata Vina dalam Bahas Tuntas Properti by Property Academy Pinhome.

Kedua, di tahap discovery, calon pembeli sudah mulai mencari properti yang sesuai dengan kebutuhan dan juga membuat skala prioritas properti berdasarkan preferensi.

“Di tahap ini, kita sudah mulai mencari-cari properti yang sesuai dengan kriteria yang kita butuhkan dan sesuai dengan budget kita, dan kita sudah mulai urutkan skala prioritasnya berdasarkan preferensi, karena untuk mencari properti itu ada yang jaraknya dekat, lebih jauh, atau aksesnya lebih sulit, itu ada macam-macam. Tiap individu berbeda. Jadi harus ditentukan skala prioritasnya,” terang Vina.

Kemudian di tahap consideration, calon pembeli harus melakukan survei pada properti pilihan serta mempertimbangkan tiap aspek dari properti pilihannya.

“Tahap berikutnya, kita sudah mulai melakukan survei. Kita sudah mulai pilih-pilih sekitar lima properti yang sesuai sama kriteria kita. Selain itu, kita sudah mulai mempertimbangkan juga tiap aspek dari beberapa properti yang kita pilih dari kelima properti ini, mana aja yang paling mendekati dengan kebutuhan kita, mana aja yang paling sesuai dengan yang kita perlukan,” tutur Vina.

Baca juga: Pengusaha properti divonis 20 bulan penjara kasus jual beli vaksin di Medan

Tahap selanjutnya yakni negotiation. Di sini, calon pembeli harus mencari tahu atau menentukan harga wajar untuk sebuah properti. Calon pembeli juga disarankan untuk mencari properti di lokasi yang sama untuk mendapatkan harga pembanding.

“Di tahap ini kita udah mulai memastikan harga ke penjualnya. Gimana caranya? Kita harus tahu dulu harga wajar untuk properti ini tuh berapa, sih. Karena kita nggak tahu harga (properti yang akan dibeli) kemahalan atau harganya memang sudah sesuai dengan harga pasar,” jelas Vina.

“Kemudian selanjutnya adalah kita bisa mencari properti lain di lokasi yang sama untuk mencari harga pembanding dan melakukan negosiasi harga,” tambahnya.

Tahap keenam yaitu transaction, di mana calon pembeli wajib mengetahui dan menentukan jenis-jenis metode pembayaran properti.

“Setelah tahap negosiasi dan kita sudah mendapatkan kesepakatan harga dengan si penjual properti, kita masuk ke tahapan transaction. Nah di tahap ini, kita harus mengetahui dulu jenis-jenis atau metode pembiayaan ada apa saja, apakah kita mau KPR atau cash bertahap, lalu disesuaikan dengan kemampuan kita,” jelas Vina.

Tahapan terakhir dari proses pencarian properti yakni post-transaction. Di tahap ini, pembeli sudah melakukan pembayaran dan melakukan pelunasan cicilan.

“Di tahap ini, propertinya sudah kita miliki dan siap huni, serta sudah melakukan pembayaran cicilan. Di tahap ini penting untuk memastikan bagaimana cicilan kita tidak pernah telat, dan lain-lain,” tutup Vina.
 

Pewarta: Maria Rosari Dwi Putri

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2022