Kondisi bocah sekolah dasar warga Dusun V, Desa Petumbukan, Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang, yang tubuhnya mengalami kejang-kejang diduga setelah divaksin sudah membaik.
 
"Setibanya di rumah sakit, pasien Iqbal Zulkarnaen berusia 10 tahun tidak sadarkan diri. Sekarang kondisinya sudah sangat baik," ujar Direktur RSUD Amri Tambunan dr Hanif Fahri SpKJ, Selasa (29/3).
 
Hanif menerangkan pasien masuk di ruangan IGD dengan keluhan kejang disertai mulut berbuih. Kemudian petugas medis melakukan tindakan medis. 
 
"Pasien langsung ditangani oleh dokter spesialis anak dr Juliana dan dilakukan cek darah dan head scan. Hasilnya, adanya gangguan pada fungsional normal pada kepala yang mencetuskan kejang-kejang," terangnya. 
 
Kemungkinan adanya efek samping dari vaksin ditolak, karena kejadian di luar batas waktu Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yaitu sudah lebih dari setengah jam pascaimunisasi.
 
"Saat ini dokter anak dan radiologi sedang bekerja merawat pasien. Anak tersebut dirawat di ruangan khusus dan dipantau kondisi medisnya secara intensif," sebutnya.
 
Disinggung soal biaya pasien, Hanif menegaskan pembiayaan ditanggung oleh pemerintah.
 
"Mulai dari masuk IGD sampai dirawat gratis tidak dibebankan oleh keluarga pasien," tegasnya. 
 
Sementara ibu kandung pasien Sri Rahmayani (41) mengaku anknya pernah mengalami demam tinggi hingga kejang-kejang di usia empat tahun. 
 
"Kejadian serupa terjadi kembali. Hal itu setelah empat jam disuntik vaksin di SD Negeri 101968 Desa Tanjung Gusti, Kecamatan Galang pada hari Senin 28 Maret 2021," aku Sri yang dihubungi melalui sambungan telepon seluler.
 
Bocah SD bernama Iqbal Kurniawan warga Dusun V, Desa Petumbukan, Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang, tubuhnya mengalami kejang-kejang disertai mulut mengeluarkan buih, Senin (28/3).
 
Anak berusia 10 tahun itu mengalami kejang-kejang disertai mulut mengeluarkan buih diduga setelah empat jam disuntik vaksin. 

Pewarta: Rahmat Hidayat

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2022