Wali Kota Medan, Sumatera Utara, Bobby Nasution mengaku menekan kasus penyebaran COVID-19 hingga tingkat lingkungan, karena menyangkut nyawa masyarakat di daerah ini.

"Agar penanganan berjalan optimal dalam menekan penyebaran COVID-19, kita memantau hingga ke tingkat lingkungan di Kota Medan," jelas Bobby di Medan, Jumat.

Apalagi, lanjut dia, Pemkot Medan saat ini telah memiliki aplikasi untuk melihat dan memantau langsung lingkungan di daerah ini, terutama yang melakukan isolasi lingkungan.

Baca juga: Pemkot Medan: Penatausahaan barang milik daerah harus tertib dan berkualitas

Sebab, kata Wali Kota Medan, penyumbang terbesar kasus baru terkonfirmasi COVID-19 di kota tersebut merupakan pelaku perjalanan dalam dan luar negeri.

Laporan Satgas Penanganan COVID-19 Kota Medan, Kamis (10/3), menyebut total terkonfirmasi COVID-19 sebanyak 71.165 kasus atau bertambah 275 kasus baru dibanding Rabu (9/3).

Dari total 71.165 kasus tersebut, di antaranya dinyatakan sembuh 61.306 kasus, pasien masih dalam perawatan 8.604 orang dan meninggal dunia 981 orang.

"Di aplikasi itu, kita bisa melihat langsung data riil dan lingkungan mana saja yang tengah melakukan isolasi lingkungan. Dengan begitu, penanganan lebih terkoordinir," tuturnya.

Selain itu, Bobby juga telah menginstruksikan OPD terkait agar memperkuat pelaksanaan 3T, yakni testing (pengetesan), tracing (pelacakan), dan treatment (perawatan) terutama pelaku perjalanan.

"Hingga kini, sejumlah upaya terus kita lakukan. Kami tidak ragu turun langsung ke masyarakat guna mengajak dan mengimbau senantiasa mematuhi protokol kesehatan," kata Wali Kota Medan.

Pewarta: Muhammad Said

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2022