Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Utara berupaya agar pelajar yang saat ini mengikuti pembelajaran tatap muka tidak terpapar virus corona varian Omicron. Sebagai antisipasi, penerapan protokol kesehatan dan pengawasan bakal ditingkatkan.

"Pengawasan omicron, seperti dari awal, kita tetap mempercayakan UKS (unit kesehatan sekolah) oleh beberapa guru dan siswa terlatih, tentu ada juga cabang dinas, pengawas rutin menjaga aturan," ujar Kepala Disdik Sumut, Syaifuddin usai acara workshop pendidikan di LPMP Sumut Jalan Bunga Raya Medan, Jumat (14/1).

Baca juga: Kekambuhan musuh utama penyintas kanker ovarium

Syaifuddin juga meminta kepada sekolah untuk mengikuti instruksi Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Salah satunya tidak membuka kantin di sekolah.

Selain itu dia juga mengimbau kepada peserta didik untuk mengikuti program vaksinasi. "Kita terus edukasi agar orangtua mau anaknya mengikuti vaksinasi," tuturnya.

Menurut dia, angka vaksinasi pelajar di Sumut sudah mencapai 80 persen. Dengan begitu pembelajaran tatap muka sudah bisa dilakukan 100 persen. Hanya saja, ia mengaku masih ada sekolah yang belum melaksanakan tatap muka 100 persen.

Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan mengatakan vaksinasi untuk anak sekolah masih belum merata, khususnya di kota kecil. Dia mendorong sekolah agar melibatkan setiap orangtua dalam mensukseskan program vaksinasi.

"Vaksinasi, masih belum merata, jadi kalau ditingkat kota besar itu aktivitas tinggi, tapi di kota-kota kecil, masih banyak belum divaksin. Menurut saya sih kebutuhan akan vaksin sangat sudah tersedia, harusnya petugasnya, kepala daerah itu semakin mendorong agar vaksinasi terhadap anak," katanya.

"Ada juga sebagian merasa kalau disuntik, anaknya takut, sayang anak kan hebat, anak-anak kita bukan seperti dulu, apa kata guru oke, dengan edukasi akan memperbanyak anak yang di vaksin, kalau mau lebih baik ikut sertakan orangtua nya," sambung politikus PDIP ini.

Pewarta: Andika Syahputra

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2022