Satgas COVID-19 Kabupaten Tapanuli Tengah bersama dengan Polri dan TNI serta instansi terkait, terus mengempur serbuan vaksinasi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Serbuan ini bertujuan untuk mengejar target vaksinasi 70 persen di Kabupaten Tapanuli Tengah sebagaimana ditargetkan oleh Pemerintah Pusat.

Berbagai momen dan kesempatan serta aksi door to door dilakukan agar masyarakat Tapanuli Tengah yang belum divaksin, atau takut untuk divaksin mendapat penjelasan yang lebih detail dari para vaksinator, agar mereka mau divaksin. Dan metode ini pun cukup efektif, dibuktikan dengan naiknya persentase capaian vaksinasi di Tapteng.

Selain itu juga, penegasan dari Bupati Tapanuli Tengah yang memerintahkan semua jajarannya untuk turun mendukung program vaksinasi ke desa-desa dan dusun mendongkrak persentase warga yang mau divaksin.

Baca juga: 52 warga divaksin saat perayaan Natal Oikumene Tapteng

Gempuran vaksinasi bersinerginitas ini terlaksana berkat perolehan 25.996 dosis vaksin dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), yang akan didistribusikan ke masing-masing kecamatan, kelurahan dan desa yang ada di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani bersama dengan Kapolres Tapteng dan Dandim 0211/TT langsung menggelar pertemuan percepatan vaksinasi COVID-19 di Tapteng Tahun 2021 usai menerima bantuan vaksin tersebut.

Dalam pertemuan itu Bupati Bakhtiar meminta agar semua aparat mulai dari Kecamatan, Kelurahan Desa, Polsek, Koramil, Babinkamtibnas, Babinsa, dan Puskesmas, Puskesmas Pembantu serta para nakes bekerja sama untuk menyalurkan (menyuntikkan) 25.996 dosis vaksin tersebut.

“Jika ada aparat desa atau warga yang menolak dilakukan vaksinasi agar segera dilaporkan ke saya dan pak Kapolres atau pak Dandim, agar kita tahu memberikan tindakan. Saya mau target kita ini harus tercapai,” tegas Bupati saat pertemuan itu.

Sebaran vaksin sebanyak 25.996 dosis itu langsung dipetakan Bupati khususya untuk daerah yang capaian vaksinnya masih sedikit di Tapteng. Bupati pun langsung membagi sebarannya. Untuk Kecamatan Pandan sebanyak 2.000 dosis, Sarudik 1.000 dosis, Tukka 500 dosis, Pinangsori 1.000 dosis, Badiri 1.500, Lumut 800, Sibabangun 1.000 dosis, Sitahuis 100 dosis, Tapian Nauli 1.000 dosis, Sorkam Barat 1.000 dosis, Sorkam Induk 1.500 dosis, Pasaribu Tobing 500 dosis, Sosor Gadong 1.500 dosis, Barus 2.000 dosis, Barus Utara 300 dosis, Andam Dewi 500 dosis, Manduamas 1.000 dosis dan Kecamatan Kolang 1.000 dosis. Sisanya untuk Kementerian Agama (Kemenag) Tapteng dan Dinas Pendidikan Tapteng untuk vaksinasi pelajar SMP-SMA yang ada di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Bupati juga menyebutkan, bahwa ada sanksi tegas bagi masyarakat yang tidak mau divaksin. Sanksi itu tertuang dalam Perpres Nomor 14 Tahun 2021. Pada Ayat (4) Pasal 13 A disebutkan, bahwa setiap orang yang telah ditetapkan sebagai sasaran penerima vaksin COVID-19 yang tidak mengikuti vaksinasi COVID-19 dapat dikenakan sanksi administratif, seperti penundaan atau penghentian pemberian jaminan sosial atau bantuan sosial, Penundaan atau penghentian layanan administrasi pemerintahan, dan denda.

“Untuk itulah saya bersama Pak Kapolres Pak Dandim mengajak kita semua agar mau divaksin demi kesehatan kita bersama. Saya takut jika kita tidak memenuhi target 70 persen yang sudah divaksin, diberlakukan lagi belajar daring dan pembatasan kegiatan serta sanksi lainnya. Sekali lagi kami mengajak semua lapisan masyarakat agar sama-sama kita mendukung vaksinasi ini sehingga capaian masyarakat kita yang sudah tervaksin terpenuhi,” ajak Bupati dalam pertemuan yang dihadiri seluruh Camat, dan aparat desa serta kelurahan.

Dukungan penuh untuk mengejar target vaksinasi di Tapteng ini juga tidak terlepas dari peran Polres Tapanuli Tengah yang saat ini dikomandoi AKBP Jimmy Christian Samma. Dia menegaskan segala cara akan mereka lakukan untuk mencapai target 70 persen jumlah warga yang sudah divaksin.

“Segala cara akan kami lakukan untuk mencapai target ini. Karena sampai saat ini sesuai dengan data yang ada sama kami baru sekitar 46 persen capaian vaksinasi di Tapteng ini. Saya juga sudah bentuk tim dari Polsek untuk membackup di lapangan. Silahkan berkoordinasi di lapangan, dan jika ada kendala segara laporkan ke kami,” tegas Kapolres sembari membagikan nomor ponselnya malam itu.

Usai pertemuan itu, tim langsung bergerak untuk menyasar daerah yang tingkat vaksinasinya masih rendah di Tapteng. Dan dari hasil gempuran yang lebih kurang seminggu, angka pencapain langsung naik ke posisi 55,12 persen dari target 70 persen.

Agar capain angka ini cepat terkejar di Tapteng, Polda Sumatera Utara juga menurunkan tim ke Tapteng untuk mengatur strategi supaya target 70 persen  dapat tercapai maksimal sampai akhir Desember 2021 ini.
 
Kegiatan vaksinasi di Tapanuli Tengah bulan Desember 2021. Berbagai cara dan kesempatan dimanfaatkan untuk dapat mengejar target sebesar 70 persen. Berkat gempuran dan aksi door to door ini capaian persentase vaksinasi di Tapteng meningkat dari 46 persen menjadi 60,92 persen. (ANTARA/Jason)

Direktur Narkoba Polda Sumatera Utara, Kombes Pol C. Wisnu SIK diturunkan langsung dari Polda Sumatera Utara untuk mengatur strategi pencapaian bersama dengan Polres Tapanuli Tengah.

Diungkapkan Wisnu, untuk jajaran Polres se-Sumatera Utara baru 4 Polres capaian vaksinasinya di atas 80 persen. Dan 10 Polres capaian vaksinya di atas 70 persen. Sedangkan untuk Polres Tapteng baru di angka 54 persen.
"Untuk itulah kami ditugaskan Bapak Kapolda Sumatera Utara ke Tapteng ini untuk mencari strategi mengejar capaian vaksin 70 persen," ungkapnya dalam rapat koordinasi bersama dengan Bupati Tapanuli Tengah di PIA Hotel baru-baru ini.

Dia juga memaparkan data pencapaian vaksin di wilayah hukum Polres Tapteng. Untuk target 100 persen maka jumlah warga yang divaksin sebanyak 283.884 orang. Sedangkan untuk target 70 persen, jumlah warga yang divaksin sebanyak 198.719 jiwa. Dan saat ini jumlah warga Tapteng yang sudah tervaksin sudah 154.834 orang, dan kekurangannya masih ada 43.885 orang lagi.

Untuk mengejar kekurangan itu, Polres Tapteng sudah memetakan target capaian untuk 12 hari ke depan, dengan target sebanyak 3.657 orang per hari.

“Kita targetkan 12 hari ke depan kekurangan itu dapat kita capai. Karena di atas tanggal 20 Desember nanti masyarakat sudah sibuk dengan kegiatan Natal. Jadi, harapan kita di sisa waktu 12 hari ini, target 43.885 itu sudah harus tercapai. Dengan demikian capaian 70 persen warga Tapteng tervaksin sebagaimana ditargetkan Pemerintah Pusat sudah tercapai,” ucap perwira melati tiga itu.

Masih menurut Wisnu, dengan ketersediaan 25 Puskesmas di Tapteng ditambah dengan 3 Faskes dari Polres Tapteng, maka capaian target per hari untuk masing-masing Puskes dan Faskes hanya 131 orang per hari untuk divaksin.
Dia yakin, dengan kerja sama yang baik dan saling mendukung, maka target itu dapat terwujud.

“Artinya, dengan satu orang saja membawa dua orang warga untuk divaksin, maka jumlah 131 orang per hari untuk masing-masing Puksesmas dan Fasked dapat dikejar. Dan itu bukan hal yang sulit kalau kita mau kerja sama,” tandasnya.

Sedangakan untuk ketersediaan vaksin kata Wisnu masih mencukupi. Di mana masih ada sisa 48.032 dosis. Pun demikian perlu diperhitungkan juga untuk kebutuhan vaksin dosis kedua-nya.

“Perlu dihitung dengan cermat baik itu untuk dosis pertama dan dosis kedua. Di mana dengan ketersedian vaksin sebanyak 48.032 dibagai 12 hari waktu pelaksanaan, maka ada 4.025 dosis yang harus disuntikkan per hari. Dari 4.025 dosis ini dibagi jumlah Puskes dan Faskes sebanyak 28, maka per harinya harus ada 144 dosis vaksin yang disuntikkan. Dan itu bukan hal yang sulit, kalau kita mau keroyokan mengerjakannya,” sebut Wisnu lagi.

Berkat kerja sama yang ini dan aksi door to door serta kegiatan vaksinasi setiap hari di berbagai kegiatan, terjadi peningkatan yang cukup baik. Hal itu dibuktikan dengan angka vaksinasi yang sudah di posisi 60,92 persen dari 46 persen.     

“Berdasarkan data KPCPN pada Sabtu (18/12) pukul 07.00 WIB, jumlah masyarakat Tapteng berdasarkan KTP yang telah divaksin oleh faskes yang tersebar di Indonesia sebesar 73,94 persen. Sedangkan jumlah sasaran yang telah divaksin oleh faskes di wilayah Tapteng sebesar 60,92 persen,” terang Kadis Kesehatan Tapteng, Nursyam.

Dia menjelaskan, sesuai dengan arahan dari Bupati Tapteng, bahwa percepatan vaksinasi terus dilakukan di masing-masing faskes  hingga akhir bulan Desember 2021 agar target 70 persen tercapai.

“Sesuai arahan Bapak Bupati Tapanuli Tengah, kita lakukan percepatan vaksinasi mobile door to door setiap hari. Kita juga bersinergi dengan Forkopimda, khususnya TNI-POLRI yang setiap hari juga vaksinatornya melakukan vaksinasi  terhadap masyarakat Tapteng," ungkap Kadis Kesehatan.

Nursyam menambahkan, tidak ada pasien baru yang terkonfirmasi COVID-19 di Tapteng sampai saat ini.

"Syukur alhamdulilah, hingga saat ini nol kasus COVID-19 di Tapteng. Namun demikian, kita harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, serta tetap berupaya mempercepat vaksinasi," pungkasnya lagi.
Dengan sisa waktu yang masih ada, kiranya target capain vaksinasi di Tapanuli Tengah sebesar 70 persen dapat tercapai. Hal itu akan terwujud jika semua lapisan memiliki kesadaran bahwa vaksinasi sangat penting.

 

 

Pewarta: Jason Gultom

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2021