Guru pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Deliserdang layak disebut sebagai calon penghuni negeri surgawi ('CPNS').

Demikian hal itu disampaikan Wakil Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Sumatera Utara, Rajudin Batubara, kepada ANTARA, Kamis (25/11).

Menurutnya, guru PAUD disebut calon penghuni negeri surgawi karena mereka bekerja senantiasa dituntut dalam suasana sukacita, ceria dan tulus ikhlas meskpun honor yang mereka terima sangat minim.

"Sampai hari ini masih banyak guru PAUD di Kabupaten Deliserdang menerima honor Rp200 ribu. Begitu pun, mereka di pagi hari sudah berpenampilan menarik dan cantik serta telah siap menyalurkan rasa cinta, membangkitkan semangat belajar dan membentuk anak-anak usia dini yang berkualitas sebelum memasuki pendidikan dasar, serta mengarungi kehidupan setelah dewasa kelak," imbuhnya pada acara outbound Himpaudi Kabupaten Deliserdang dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional ke-76 di Sekolah Alam Langit Biru, Kecamatan Tanjung Morawa.

Oleh karenanya tidaklah salah jika sebutan calon penghuni surga negeri surgawi dinobatkan kepada guru-guru PAUD di Kabupaten Deliserdang.

"Mereka mendidik anak usia dini bukan serta merta uang yang jadi tolak ukur. Namun menerapkan pendidikan anak-anak yang humanis yaitu memanusiakan berbudaya dan berkembang secara kognitif (daya cipta), afektif (daya rasa), dan konatif (daya karsa)," terangnya.

Dengan kondisi sekarang ini, Rajudin meminta kepada Pemerintah Kabupaten Deliserdang untuk lebih memperhatikan guru-guru PAUD.

"Data saat ini penerima insentif Rp250 ribu rupiah berjumlah 400 orang. Artinya masih 20 persen dari jumlah guru PAUD yang ada. Berharap ke depannya Pemkab Deliserdang dapat mengadopsi 40.000 pendidik untuk mendapatkan," pintanya.

Sementara Kabid Pendidikan luar sekolah Dinas Pendidikan Deliserdang Saut Situmeang yang hadir dalam acara tersebut menyatakan, pemerintah daerah sudah berupaya maksimal untuk memberikan perhatian baik prasarana, peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan meningkatkan kesejahteraannya.

Tetapi, dua tahun pendemi COVID-19 membuat goncangan luar biasa sehingga perhatian terhadap seluruh guru PAUD di Deliserdang agak tertahan.

"Pemkab Deliserdang setiap tahunnya ada memberi bantuan berupa sarana dan prasarana seperti alat-alat bermain kepada satuan PAUD. Begitu juga merehab ruang kelas pembangunan kelas baru," katanya.

Pewarta: Rahmat Hidayat

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2021