Program vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah menembus 100 juta dosis selama penyelenggaraan 13 Januari hingga 31 Agustus 2021, kata pejabat di lingkup Kementerian Kesehatan RI.

"Sesuai dengan peta jalan kita, tanggal 31 Agustus 2021, kita mencapai 100 juta dosis vaksin COVID-19," kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan pers yang disampaikan secara virtual dan dipantau dari YouTube Kemenkes RI, di Jakarta Rabu siang (1/9).

Nadia mengatakan capaian tersebut diharapkan lebih memperlancar program vaksinasi nasional menuju target kekebalan kelompok sebanyak 400 juta dosis lebih dalam waktu yang telah ditetapkan pada 2022.

Baca juga: 583.400 dosis vaksin COVID-19 Astra Zeneca tiba di Indonesia

Berdasarkan jumlah warga negara yang telah mendapatkan vaksinasi, kata Nadia, Indonesia menduduki peringkat keenam di dunia di atas Meksiko dan di bawah Jepang.

Selain itu, Indonesia juga berada di peringkat tujuh dunia berdasarkan total dosis suntik vaksin di atas negara Turki dan di bawah negara Jerman.

"Per 31 Agustus 2021, kita telah menyuntikkan lebih dari 100 juta dosis vaksin COVID-19 yang merupakan total kombinasi dosis pertama, dosis kedua, serta dosis booster ketiga bagi tenaga kesehatan," katanya.

Baca juga: Jepang kembali temukan vaksin Moderna yang diduga terkontaminasi

Nadia mengatakan total vaksinasi dosis pertama adalah 63,49 juta dan total vaksinasi dosis kedua adalah 3 6,05 juta. Adapun total vaksinasi untuk dosis ketiga adalah 640.532.

"Untuk tenaga kesehatan dosis ketiga sudah mencapai 640.532 dan dosis pertama dan kedua sudah mencapai angka 100 persen. Petugas publik sudah kita lampaui untuk dosis pertamanya, untuk masyarakat umum juga sudah kita lihat bahwa vaksinasi ini sudah 31 juta. Untuk remaja 2,6 juta serta vaksinasi Gotong-Royong ada 810.000 dosis pertama yang telah disuntikkan," katanya.

Namun yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) program vaksinasi nasional, kata Nadia, adalah cakupan lansia karena baru 5,3 juta atau 24,5 persen dari sasaran 21,5 juta untuk mendapatkan dosis pertama.
 

Pewarta: Andi Firdaus

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2021