Pemerintah Kota Medan menyatakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Medan telah menjadi teladan dalam membina keharmonisan umat beragama di kota itu.

"Kerukunan umat beragama merupakan amanah dan tuntutan dalam menjaga keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya pembangunan kota," ujar Wakil Wali Kota Medan Aulia Rahman di Medan, Jumat (18/6).

Pihaknya menyambut positif berbagai forum diskusi yang digelar akan diikuti pengurus rumah ibadah dan tokoh lintas agama, termasuk tokoh masyarakat dalam mempererat hubungan antarumat beragama.

Baca juga: Pemkot Medan benahi drainase penyebab banjir di Medan Sunggal

Ia mengaku, pertemuan tersebut perlu diagendakan setiap bulannya untuk membahas berbagai isu-isu terkait kerukunan, sehingga visi misi Kota Medan bisa terwujud, yakni "Medan Berkah dan Kondusif".

Data Badan Pusat Statistik Kota Medan menyebut, total jumlah penduduk di kota itu pada 2020 mencapai 2,43 juta jiwa, di antaranya beragama Islam 64,53 persen, Kristen 26,1 persen, Buddha 8,28 persen, Hindu 1,04 persen dan Konghucu 0,06 persen.

"Nanti akan saya sampaikan ke pak wali kota guna memfasilitasi pertemuan tokoh lintas agama. Kepemimpinan kami saat ini butuh banyak masukan dari seluruh pihak dalam membangun Kota Medan lebih baik lagi," ucap Aulia.

Baca juga: Pemkot Medan sudah vaksinisasi 83 persen guru jelang pembelajaran tatap muka

Ketua FKUB Kota Medan Ilyas Halim mengaku peran pihaknya menyelaraskan di tengah perbedaan agama, namun penganut suatu keyakinan mendambakan hidup rukun dengan saling menghargai.

"Pertemuan pengurus rumah ibadah dengan tokoh lintas agama bertujuan meningkatkan silaturrahim, dan memberikan pengetahuan modernisasi beragama," kata Ilyas pada dialog FKUB Kota Medan.

Pewarta: Muhammad Said

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2021