Asisten Pelatih PSMS, Ridwan Saragih, mengakui sampai saat ini anak-anak asuhnya masih lemah dalam hal penyelesaian akhir dan itu akan menjadi perhatian utama untuk terus dibenahi.

"Yang pertama yang perlu kita evaluasi adalah finishing dan crossing kita yang masih agak sedikit lemah," katanya di Medan, Kamis.

Hal itu ia sampaikan terkait hasil laga uji coba melawan Gumarang FC di Stadion Mini Kebun Bunga yang hanya berkesudahan 1-0 untuk kemenangan Tim PSMS Medan.

Baca juga: PSMS Medan terus matangkan persiapan hadapi Liga 2

Gol skuat "Ayam Kinantan" dilesakkan Anis Nabar menit 74 melalui tendangan keras dan terukur di area luar penalti yang tak dapat dijangkau kiper lawan.

Disinggung wacana penambahan pemain depan untuk menutupi kekurangan tersebut, menurut Ridwan hal yang terpenting saat ini adalah membenahi kelemahan yang ada.

"Kalau untuk menambah pemain depan sampai sekarang kita belum tahu, tapi kita sudah ada komunikasi dengan managemen. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita memperbaiki kelemahan yang kita analisa pada uji coba hari ini, " katanya.

Dirinya pun tak menampik jika pemainnya sedikit terpancing emosi dengan permainan keras yang diperagakan lawan.

"Itu situasi dalam pertandingan biasa. Lawan juga mungkin cara mengatasinya sedikit kasar atau keras. Kita kembalikan pada diri sendiri bagaimana kita lebih profesional lebih dewasa. Jadi jangan terpancing dengan karakter bermain lawan. Ini kan masih uji coba. Kita harus lebih dewasa lagi," katanya.

Pewarta: Juraidi

Editor : Akung


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2021