Warga beberapa desa di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, kini mulai resah dikarenakan aktifitas harimau di sana mengkhawatirkan ternak yang digembala sekitar pinggiran hutan.

Salah seorang tokoh masyarakat Bahorok, Hasan Basri, Minggu, berharap Pemkab Langkat atau Pemerintah Sumatera Utara agar secepatnya mengatasi keresahan masyarakat ini, karena sudah cukup lama keresahan itu terjadi.

Ianya juga mendesak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) serta Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) secara serius segera mengamankan harimau (siraja hutan) tersebut dan dipindahkan ke tempat lain.

Baca juga: Dua ekor lembu milik warga Bahorok kembali dimangsa harimau

Baca juga: Dua ekor lembu milik warga Bahorok kembali dimangsa harimau

Hal itu agar masyarakat di berbagai desa tersebut bisa tenang dan beraktivitas kembali secara normal, karena peristiwa ini sudah berulang kali terjadi, kata mantan anggota DPRD Langkat itu.

Sebelumnya, saat pertama kali harimau si raja hutan memangsa dua ekor lembu warga di Dusun Selayang Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok, Jumat (25/12) sudah diadakan rapat di Kantor Desa Lau Damak.

Dalam rapat tersebut juga hadir Muspika, Dinas Kehutanan, TNGL, BKSDA, Yayasan Hutan, Kepala Desa dan Masyarakat Desa Lau Damak.

Dimana hasil musyawarah akan di upayakan dana konpensasi kepada korban oleh Yayasan Hutan, melaksanakan patroli di daerah rawan binatang buas dan pembuatan kandang ternak oleh TNGL, Kehutanan dan BKSDA.

Namun, hingga sekarang ini si raja hutan (harimau) terus semakin ganas selain dua ekor lembu, ada juga lima ekor lembu, ada juga dua ekor yang terakhir Sabtu (16/1).

Pewarta: H.Imam Fauzi

Editor : Akung


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2021