Alex Marquez membuktikan jerih payah penyesuaian dirinya dengan mesin Honda berbuah manis setelah finis runner-up untuk kedua kalinya secara beruntun musim ini.

Berbekal podium di Grand Prix Prancis pekan lalu, pebalap tim Repsol Honda itu mengulangi penampilan gemilangnya di Aragon, Spanyol, Minggu.

Marquez bisa saja meraih kemenangan MotoGP pertamanya di tahun rookienya jika saja lebih cepat 0,263 detik dari pebalap tim Suzuki Ecstar Alex Rins jelang finis.

"Sangat bangga dengan apa yang tim beri kepadaku hari ini karena kami memiliki motor yang nyaris sempurna, yang mana kami bisa selalu memperbaiki sesuatu," kata Alex Marquez seperti dilansir laman resmi MotoGP.

Baca juga: Alex Rins tahan gempuran Marquez untuk juarai GP Aragon

"Mereka mengatakan kepadaku 'percaya dengan dirimu sendiri, lakukan apa yang kamu lakukan di latihan'.

Paruh kedua balapan, Marquez mulai menyerang tiga pebalap terdepan dan mampu mengamankan posisi podium sementara di tempat ketiga setelah ia dan Mir menyalip Vinales untuk membawa dua Suzuki dan satu Honda di grup terdepan.

Berbekal kombinasi ban medium dan soft, Marquez lebih berani menekan ketimbang duet Suzuki yang memakai kombinasi soft-soft, hingga mampu menyodok ke posisi kedua setelah menyalip Mir dengan lima lap tersisa.

Perburuan gelar juara Grand Prix sang rookie berlanjut dan mulai mendekat 0,3 detik dari Rins yang mencoba bertahan di depan.
Rins mendapat sedikit ruang bernafas setelah runner-up Grand Prix Prancis itu melakukan kesalahan dan melebar di Tikungan 1, hingga sang pebalap Suzuki finis pertama dengan jarak 0,263 detik

"Aku merasa baik dengan motor sejak awal, menyalip satu per satu pebalap ... aku sangat senang tapi seperti melewatkan sesuatu untuk meraih kemenangan," kata juara dunia Moto2 2019 itu.

"Aku melakukan kesalahan dengan dua lap tersisa di tikungan pertama di mana aku sedikit melebar, dan dengan itu aku hampir kontak dengan Rins. Aku mencoba lagi di lap terakhir namun terlalu jauh untuk poin yang berisiko.

Baca juga: Joan Mir bawa Suzuki ke puncak klasemen setelah 20 tahun

"Aku mencoba 100 persen sejak awal hingga akhir, aku menginginkan kemenangan itu, aku akan mencoba. Aku sudah mengantongi podium maka aku akan mencoba sebaik mungkin, tapi kami melewatkan itu, namun kami harus bangga."

Sang ayah pebalap berusia 24 tahun itu bersuka ria setelah turut menyaksikan langsung penampilan sang putra di garasi tim Repsol Honda. Sementara sang kakak, Marc Marquez, yang masih memulihkan diri dari cedera, menyelamati capaian Alex dengan mencuit, "Halo semua! Aku saudara dari @alexmarquez73."
"Aku juga bangga menjadi adiknya, (kami) dengan sepuluh gelar juara dunia," kata Marquez menanggapi cuitan sang kakak.

"Aku mencoba lebih baik dari hari ke hari, menjadi orang yang lebih baik, pebalap yang lebih baik dan menjadi profesional di luar maupun di dalam trek dan melakukan yang terbaik."

Marquez memiliki bekal untuk berburu podium lagi di Grand Prix Teruel, Aragon pekan depan ketika sirkuit itu menjadi tuan rumah dua balapan beruntun.

"Yamaha akan belajar dari pengalaman hari ini dan tentunya mereka akan lebih cepat pekan depan... Aku rasa kami juga bisa memperbaiki sejumlah hal yang mungkin bisa membuatku lebih cepat dengan gaya membalapku di sejumlah titik di trek.

"Jadi aku akan sangat fokus di pekan depan. Sejak momen pertama ini kami tahu bannya, kami tahu semuanya, hanya mengatur sedikit banyak setup dan mencoba lebih cepat dengan gaya membalap di poin-poin di mana kami sedikit kalah," pungkas Marquez.
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2020