Rusia mulai memproduksi gelombang pertama vaksin COVID-19 buatannya, demikian Kantor Berita Interfax mengutip Kementerian Kesehatan pada Sabtu (15/8), beberapa jam setelah pihaknya melaporkan awal pembuatan.

Sejumlah ilmuwan mengaku khawatir dengan persetujuan regulator kilat ini, dengan menilai Moskow lebih mementingkan gengsi negara ketimbang keamanan di tengah perlombaan global penemuan vaksin COVID-19.

Rusia mengatakan bahwa vaksin COVID-19 akan diluncurkan akhir Agustus ini.

Baca juga: Petugas medis Rusia dapat suntikan vaksin COVID-19 dalam dua pekan

Persetujuan vaksin dikabulkan sebelum uji coba yang biasanya melibatkan ribuan peserta yang dikenal sebagai Tahap III. Uji coba semacam itu biasanya dianggap sebagai prekursor penting bagi vaksin untuk mengantongi persetujuan.

Vaksin COVID-19 buatan Rusia dinamai "Sputnik V", yang mengacu pada satelit pertama dunia yang diluncurkan oleh Uni Soviet. Presiden Vladimir Putin meyakinkan masyarakat bahwa vaksin tersebut aman, menambahkan bahwa salah satu putrinya telah mengonsumsi vaksin tersebut dan merasa baik-baik saja sesudahnya.

Baca juga: Vietnam akan beli vaksin COVID-19 Rusia

Institut Gamaleya Moskow, yang mengembangkan vaksin, sebelumnya mengatakan bahwa Rusia akan memproduksi sekitar lima juta dosis selama sebulan pada Desember-Januari, menurut Interfax.

Pewarta: Asri Mayang Sari

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2020