Rumah Sakit Umum Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara memanfaatkan alat Tes Cepat Molekuler yang sebelumnya difungsikan mendiagnosa jenis virus penyebab penyakit TB Paru bantuan Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara pada 2018 untuk penanganan pasien COVID-19.

"Pada 2018 kita mendapatkan alat TCM ini, dan saat ini akan dimanfaatkan untuk mendiagnosa jenis virus corona dalam pandemi COVID-19," ungkap dr Janri Aeyoge Nababan, Direktur RSU Tarutung, Rabu (3/6).

Dikatakan, penggunaan mesin GenExpert TCM dengan catridge SarsCov2 dapat memastikan jenis virus penyebab penyakit yang dialami seorang pasien setelah si pasien dinyatakan reaktif hasil rapid test atau tes cepat.

Baca juga: Pemkab Taput salurkan BLT Rp600 ribu dari APBD untuk 1.458 keluarga

Lebih teknis, Kepala Instalasi Laboratorium RSU Tarutung, Dokter Spesialis Patologi RSU Tarutung, Poltak Nababan menyampaikan, alat tes swab TCM tersebut dapat digunakan untuk mendiagnosa sebanyak 80 spesimen setiap harinya.

"Dengan keberadaan alat ini dan catridge SarsCov2, maka RSU Tarutung sudah bisa melakukan tes swab dan mendiagnosa pasien yang dinyatakan reaktif berdasarkan hasil rapid test," ujarnya.

Baca juga: PAD Taput "terjun bebas" gegara pandemi COVID-19

Dikatakan, tata cara kerja alat tes swab dimaksudkan berlangsung dengan terlebih dahulu mengambil spesimen dari tenggorokan pasien yang sebelumnya dinyatakan reaktif berdasarkan hasil rapid test. 

Dimana untuk progres analisis selanjutnya, sampel spesimen pasien yang dimasukkan ke dalam viral transport medium (VTM) akan dipindahkan ke dalam catridge dalam fasilitas Bio Safety Cabinet, yang peralatannya telah diterima pihak RSU Tarutung.

Baca juga: Dua petugas Puskesmas di Taput positif COVID-19

"Sampel dimasukkan ke mesin GenExpert TCM, sehingga dalam waktu 45 menit akan bisa mendiagnosa pasien, apakah terjangkit atau tidak terhadap virus corona," katanya.

Kata dia, adapun ruang instalasi laboratorium alat tes swab RSU Tarutung ini akan melibatkan dua orang dokter spesialis patologi, dan 12 orang tenaga analis laboratorium.

Baca juga: Tapanuli Utara terima 27.237 paket sembako JPS dari Pemprov Sumut

"Dua dokter spesialis patologi klinik dan 12 tenaga analis laboratorium akan menangani progresnya," katanya.

Lanjutnya, pengoperasian perangkat alat swab TCM ini masih menunggu teknisi kalibrasi atau tim uji fungsi dan kelayakan peralatan untuk dipergunakan dalam deteksi spesimen swab di dalam BSc level 2.

"Saat ini, kita masih menunggu tenaga teknisi untuk perakitan sempurna peralatan dalam kalibrasi BSC level 2, sehingga tanggal mulai operasi masih menunggu teknisi," tukasnya. 

Pewarta: Rinto Aritonang

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2020