Dokter spesialis gizi dari RSPI-Puri Indah, Raissa E. Djuanda tak melarang orang-orang mengonsumsi makanan beku dan kalengan saat pandemi virus corona baru atau COVID-19 saat ini, tapi ada syaratnya.

"Sayuran dan buah-buahan beku atau kaleng diperbolehkan, cek nutrition fact dengan syarat pilih yang rendah gula, garam, minyak," kata dia dalam diskusi bersama media melalui daring, Kamis (16/4) sore.

Baca juga: 14 awak KM Kelud positif COVID-19

Baca juga: Trump sebut AS sedang selidiki apakah COVID-19 berasal dari lab Wuhan

Para ahli kesehatan merekomendasikan asupan garam, gula dan lemak tak berlebihan per hari. Untuk garam sebaiknya tidak lebih dari satu sendok teh atau lima gram per hari, lalu gula maksimal empat sendok makan atau 50 gram, sementara minyak atau lemak sebaiknya tidak melebihi lima sendok makan atau 67 gram setiap hari.

"(Makanan kaleng dan beku) perlu dipastikan per serving-nya berapa. misalnya kemasannya itu 100 gram tetapi di nutrition fact-nya itu biasanya hanya 20 gram, harus diperhatikan kalau habiskan sebungkus," tutur Raissa.

Dia mengatakan, makanan yang dibekukan memang berkurang kandungan nutrisinya walau tak terlalu banyak. Menurut dia, sayur dan buah yang dibekukan masih lebih sehat ketimbang makanan kemasan lain yang mengandung zat tambahan.

"Makanan sehat dari bahan segar, sayur dan buah bisa disimpan di dalam freezer jadi tahan lama bisa sampai dua bulan. Bisa pakai teknik rebus sebentar lalu kasih es baru biar berhenti panasnya, masukan cup dimasukan freezer," tutur dia.

Untuk tips konsumsi selama corona, dia menyarankan makanan berbahan dasar buah dan sayuran dan karbohidrat kompleks misalnya kue dari bahan tepung gandum atau granola.
 

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2020