Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerjunkan 104 personel untuk membantu pencarian dan evakuasi siswa SMPN 1 Turi yang hanyut di Sungai Sempor, Turi, Sleman yang terjadi pada Jumat (21/2) sekitar pukul 15.30 WIB.

"PMI telah menyiagakan potensi PMI DIY baik personel maupun sarana prasarana untuk mendukung proses pencarian dan pertolongan," kata Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI DIY Arif Rianto Budi Nugroho melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Jumat.

Selain itu, lanjut Arif, PMI DIY juga menyiapkan tim psikososial yang sewaktu-waktu dibutuhkan untuk mendampingi para penyintas.

Baca juga: Ratusan siswa di Sleman terseret banjir saat kegiatan Pramuka

Arif menambahkan, PMI juga telah mengerahkan 8 ambulans, satu motor first responder, hardtop dan satu mobil 4x4, kantong mayat, lampu sorot, lampu tembak, genset, pelampung, oksigen, dan peralatan pertolongan pertama.

Kepala Bidang Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto menyebutkan jumlah siswa SMPN 1 Turi Sleman yang dinyatakan hilang atau belum ditemukan karena hanyut saat susur Sungai Sempor hingga saat ini berjumlah empat orang.

Sementara itu, berdasarkan data hingga 21.33 WIB, ia menyebutkan korban yang ditemukan tercatat 242 orang, yang enam di antaranya meninggal dunia.

Baca juga: Basarnas: Siswa meninggal akibat hanyut enam orang

Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana mengatakan saat ini pencarian terhadap empat korban masih dilakukan dengan menempatkan petugas di tujuh titik DAM untuk memantau sungai.

Sebagaimana diketahui telah terjadi kecelakaan sungai di Sungai Sempor, Turi, Sleman pada Jumat sore (21/2), dengan korban siswa-siswi SMPN 1 Turi Sleman yang sedang menyelenggarakan kegiatan susur sungai.

Dalam peristiwa itu, enam siswa dinyatakan meninggal, sedangkan yang lainnya dikabarkan luka, dan lainnya belum ditemukan.

Baca juga: Satu lagi siswa SMPN 1 Turi ditemukan meninggal dunia

Pewarta: Luqman Hakim

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2020