Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar kegiatan diskusi kelompok pengembangan Kopi Indikasi Geografis untuk mendukung kemajuan pariwisata Danau Toba sebagai destinasi pariwisata super prioritas.

Acara dibuka Wakil Bupati Samosir Juang Sinaga pada Selasa (19/11) di Aula Hotel Sitiotio, Kecamatan Pangururan.

Kegiatan dihadiri Direktur Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Pariwisata, Dr Robinson Sinaga, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir Daulat Nainggolan dan Masyarakat Pelindung Indikasi Geografis (MPIG) dari Kabupaten Samosir, Mandailing Natal, Karo, Simalungun, Sidikalang, Lintong Sipirok dan Tapanuli Utara.

Wakil Bupati mengajak komunitas MPIG untuk memainkan peran dalam perkembangan destinasi wisata menyikapi
penetapan Kawasan Danau Toba menjadi destinasi pariwisata super prioritas.

Dikatakan, kepedulian Kementerian Pariwisata melalui bantuan segi peraturan dan anggaran harus dijadikan momentum untuk berbenah.

Diskusi diisi dengan pemaparan potensi pariwisata dari sektor pengembangan kopi (agrowisata), pameran produk kopi masing-masing daerah yang telah berhasil dalam pemasarannya.

Diusulkan juga agar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memberikan pelatihan-pelatihan, seperti budidaya kopi, barista dan dapat merespons proposal terkait anggaran untuk pengembangan usaha pariwisata.

Baca juga: Tim URC awasi jual beli babi di Onan Pangururan

Pewarta: Waristo

Editor : Akung


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2019