Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan ini berpeluang menguat terbatas di tengah sentimen eksternal dan juga sentimen domestik.

IHSG dibuka dibuka menguat 34,53 poin atau 0,59 persen ke posisi 5.930,27. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 8,25 poin atau 0,9 persen menjadi 923,69.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Jumat, mengatakan ketidakpastian perang dagang membebani pelaku pasar dalam investasi pada aset berisiko. Satu sisi pasar saham dalam negeri juga tengah dihadapi ketidakpastian politik dalam menunggu hasil pilpres. Tetapi saham AS berhasil menguat pada Kamis (16/5) lalu.

"Sentimen yang variatif ini akan mendorong IHSG bergerak mixed, dengan peluang naik terbatas, di tengah ketidakpastian politik yang mendorong pelaku pasar wait and see," ujar Alfiansyah.

Sentimen terhadap bursa saham global kembali dihantam imbas negatif dari Presiden AS Donald Trump yang menandatangani surat perintah eksekutif berisi pernyataan darurat nasional atau national emergency terhadap produk dan jasa yang diberikan oleh Huawei serta perusahaan telekomunikasi ZTE, dengan tuduhan bahwa data yang telah diambil dimaksudkan untuk diberikan kepada pemerintah China dalam upaya memata-matai AS.

Aksi yang dilancarkan oleh Trump berisiko kembali memicu ketegangan yang telah memanas menyusul kenaikan tarif terhadap produk impor dari China menjadi 25 persen dari sebelumnya di 10 persen.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei menguat 324,59 poin (1,54 persen) ke 21.387,57, Indeks Hang Seng melemah 87,54 poin (0,31 persen) ke 28.187,53, dan Indeks Straits Times melemah 14,38 poin (0,45 persen) ke posisi 3.215,88.
 

Pewarta: Citro Atmoko

Editor : Akung


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2019