Medan (Antaranews Sumut) - Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI Sumatera Utara meminta longsor di Jalan Jalan Nasional Pematang Siantar - Parapat, Simalungun diatasi/ditangani maksimal karena bencana itu membuat kunjungan ke Danau Toba semakin anjlok.
‌    
"Longsor sudah berkali - kali sejak tahun 2018.Dampak bencana itu sudah mengganggu bisnis hotel dan restoran khususnya di kawasan Danau Toba," ujar Ketua PHRI Sumut, Denny S Wardhana di Medan, Senin.

Menurut dia, akibat longsor, turis lokal dan asing banyak yang membatlkan pesanan kamar hotel.

Akibatnya,  tingkat hunian hotel terus menurun di.kawasan Danau Toba.

Padahal, Kementerian Pariwisata menargetkan tahun 2019, kunjungan wisatawan Sumut bisa satu juta dengan kontribusi terbesar dari Danau Toba yang dijadikan satu dari 10 detinasi wisata utama di Indonesia.

General Manager Inna Hotel Parapat, Maryanto Sanusi menyebutkan, sejak terjadi longsor kunjungan ke Danau Toba Parapat  terus mengalami penurunan.

Pembatalan pesanan hotel, katanya terus terjadi hingga hunian hotel di sejumlah hotel termasuk Inna Parapat tinggal sekitar 50an persen dari biasanya 60an persen di Januari.

"Kinerja hotel di kawasan Danau Toba terpuruk lagi," katanya.

Padahal sebelumnya, ujar Maryanto, kunjungan wisatawan ke Danau Toba sudah sedikit pulih pascatenggelamya KM Sinar Bangun.

"Manajemen hotel dan restoran berharap tidak terjadi lagi longsor,.Pemerintah diminta memperbaikinya hingga tidak lagi terulang longsor," katanya.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengaku sudah meminta semua yang terkait mengatasi bencana longsor itu.

"Sembari pembersihan tanah longsor dan berjaga - jaga, tim juga sudah mencaritahu penyebab utama longsor dan memperbaikinya," ujarnya.***1***

Pewarta: Evalisa Siregar

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2019