Gunungsitoli (Antaranews Sumut) - DPRD Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, meminta pemerintah daerah setempat untuk meninjau ulang tahapan pelaksanaan pemilihan kepala desa di Desa Hilimbowo Olora dan Lasara Sowu terkait calon kepala desa yang diragukan keabsahannya.
     
"Kita telah menggelar rapat dengar pendapat dengan warga desa Hilimbowo Olora dan Desa Lasara Sowu beberapa hari lalu ," kata Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Herman Jaya Harefa, Jumat.

Berdasarkan hasil Rapat Dengan Pendapat (RDP) tersebut, legislatif mengirim rekomendasi kepada Wali Kota Gunungsitoli untuk meninjau ulang pelaksanaan tahapan pemilihan kepala desa Hilimbowo Olora dan Desa Lasara Sowu dan melaksanakan sesuai aturan.

Selain itu, Legislatif juga mengirim rekomendasi kepada Walikota agar melanjutkan tahapan pelaksanaan Pilkades di Desa Loloana,a Lolomoyo.

Kemudian merekomendasikan agar peraturan Walikota yang mengatur tentang pergantian atau pelantikan Kaur Keuangan di Desa Helefanikha diuji di Pengadilan.

Dari rekomendasi yang dilayangkan legislatif kepada Walikota, diketahui jika dua bakal calon kepala desa Hilimbowo Olora yang tidak lolos adalah O'ozatulo Harefa dan Fotodo Harefa.

O'ozatulo Harefa tidak lolos sebagai calon kepala desa karena perbedaan penulisan nama pada KTP dan Ijazah, sedangkan Fotodo Harefa adalah pengurus partai politik dan pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Namun pada RDP keduanya menjelaskan jika perbedaan nama O'ozatulo Harefa karena kesalahan penulisan dan bisa diurus perubahan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Fatodo Harefa telah mengundurkan diri dari partai politik dan telah mengambil izin cuti sebagai anggota BPD.

Sedangkan balon kades Lasara Sowu Faozatulo Ziliwu tidak lolos karena telah pernah menjadi kepala desa sebanyak tiga periode.

Namun dari penjelasan Faozatulo Ziliwu pada RDP itu dia hanya menjabat sebagai kepala desa definitif dua periode, dan yang satu periode hanya sebagai pejabat sementara.
 

Pewarta: Irwanto

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2018