Tapanuli Selatan (Antaranews Sumut) - Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) mulai mengembangkan ubi kayu varietas Malang empat 4.

"Hasilnya lumayan bagus,"kata Kadis Pertanian Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan Bismark Martua Siregar.

Dia mengutarakan itu kepada Antara di Sipirok, melalui Kabid Ketahanan Pangan Pertanian Tapanuli Selatan Iswal Parningotan, Rabu.

Menurut Iswal, singkong varietas Malang empat 4 tersebut memiliki potensi hasil 60 ton/hekatare (Ha) dengan hasil tanam mencapai satu tahun sejak akhir 2017.

"Seperti yang dikembangkan di Desa Paran Padang oleh dua Kelompok Tani  Pukka Mandiri  dan Mora Sakti, di Sipirok, masing-masing luasan satu Ha mengahasilkan lebih kurang 120 ton ubi kayu,"katanya. Rinciannya 20 ribu populasi dalam dua Ha dikali rata-rata 6 kilo panen/batang singkong.

Dia menjelaskan, pengembangan singkong yang berasal dari balai penelitian tanaman aneka kacang dan umbi (Balitkabi) Indonesia itu bersumber dana APBD Kabupaten Tapsel tahun 2017 dan hasilnya baru dipetik masyarakat pada 2018.

Sebagai program Pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakatnya. "Selain itu, mendorong animo masyarakat mengembangkan ubi kayu di lahan-lahan kosong mereka," kata Iswal.

Menurut dia, Sipirok - Malang sama-sama berhawa sejuk, karenanya, pengembangan singkong Malang empat 4 di Sipirok dinilai cukup baik dan sangat berpotensi maju.

Pemkab Tapsel berharap, kiranya masyarakat yang sudah memanen agar terus mengembangkan dan membagikan stak ubi kayu varietas Malang empat 4 kepada masyarakat lainnya di daerah itu.

Pewarta: Kodir Pohan

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2018